Imam Mahdi Imam Zaman

Membawa kebenaran Islam

Ahmadiyah adalah Islam

Ahmadiyah adalah Islam

Siapakah yang disebut sebagai orang Islam.

“(Ibrahim berkata):Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. QS.2:132

“Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua(Yahudi, Nasrani dan muslim); agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku”.QS 21:92.QS.23: 52.

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya”. QS.4:125.

“Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu.” (22:78)1

Dari keempat pemberitahuan ALLAH diatas itu dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa ;
Agama islam itu bermula dari Nabi Ibrahiim as.

a) Agama islam itu adalah agama TAUHID, ALLAH Yang Esa, tidak ada Tuhan selain ALLAH. Tidak menyekutukan ALLAH dengan tuhan2 yang lain.

b) Menyerahkan diri kepada ALLAH Yang Maha Esa.

c) Orang2 yahudi,Nasrani dan Muslim adalah orang2 beragama islam, menyembah Tuhan yang satu pada mula2nya.

Siapakah Muslim, itu? Berikut ini ada beberapa hadits Nabi saw yang menulis tentang itu, diantaranya:

“Siapa pun yang shalat seperti aku dan menghadapkan wajahnya ke kiblat kita dan makan binatang sembelihan kita, maka ia adalah muslim dan berada di bawah perlindungan Allah dan rasul-Nya. Maka janganlah mengkhianati Allah dengan mengkhianati orang-orang yang berada di dalam perlindungan-Nya.” (H. R. Bukhari)5

“Barangsiapa memanggil atau menyebut seorang itu kafir atau musuh Allah padahal sebenarnya bukan demikian, maka ucapannya itu akan kembali kepada orang yang mengatakan [menuduh] itu.” Keterangan ini diambil dari kitab Bukhari, dengan penjelasan seperlunya)7

“Seorang muslim adalah orang yang tidak merugikan muslim lainnya dengan lidah maupun dengan kedua tangannya.” (H. R.Bukhari) 8

Siapakah yang sesat itu, dan apakah MUI berhak mengeluarkan fatwa sesat?

Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang- orang yang mendapat petunjuk.” (6:117)2

“…Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (16:125)3

Adanya perintah Allah Ta’ala bagi manusia agar selalu memohon kepada-Nya “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (1:6)4 merupakan bukti nyata bahwa manusia tidak berhak menetapkan dan menunjuk hidung suatu kelompok atau golongan sebagai sesatmenyesatkan. Lalu, bagaimana mungkin para kyai atau ulama MUI yang sepanjang hidupnya diperintahkan oleh Allah Ta’ala agar selalu meminta ditunjukkan jalan yang lurus, kemudian berbuat sebaliknya dengan menetapkan suatu kelompok atau golongan sebagai yang tidak lurus alias sesat-menyesatkan? Apakah para kyai atau ulama MUI telah mendapat pengesahan dari Allah bahwa mereka benar-benar telah berada di jalan yang lurus dan kemudian mendapatkan mandat dari Tuhan untuk menyatakan kelompok atau golongan lain sebagai sesat-menyesatkan?

Jadi, dari keterangan Al-Qur’an dan Hadits telah dinyatakan bahwa yang berhak menentukan seseorang atau suatu kaum sebagai Islam atau non-Islam adalah Allah Ta’ala semata dan bukannya orang atau kaum itu sendiri. Negara atau undang-undang atau peraturan9 atau pengadilan atau fatwa-fatwa ulama, sama sekali tidak mempunyai hak untuk menentukan status seseorang atau suatu kaum sebagai Muslim atau non-Muslim.

Juni 17, 2008 - Posted by | Ahmadiyah

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.