<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Imam Mahdi Imam Zaman</title>
	<atom:link href="http://kodokpurba.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kodokpurba.wordpress.com</link>
	<description>Membawa kebenaran Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Jul 2008 13:48:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kodokpurba.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Imam Mahdi Imam Zaman</title>
		<link>http://kodokpurba.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kodokpurba.wordpress.com/osd.xml" title="Imam Mahdi Imam Zaman" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kodokpurba.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Nasib Politik Kebangsaan NU</title>
		<link>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/07/07/nasib-politik-kebangsaan-nu/</link>
		<comments>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/07/07/nasib-politik-kebangsaan-nu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 11:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Mahdi Kedatangan Imam Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodokpurba.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Nasib Politik Kebangsaan NU Oleh Imam Ghazali Said &#8220;Berkah&#8221; reformasi, antara lain, tokoh-tokoh NU dapat menduduki jabatan terhomat di negeri ini. Baik jabatan elite parpol yang tumbuh bak jamur di musim hujan maupun jabatan di pemerintahan pada semua tingkat; legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Tokoh NU pernah jadi presiden (Gus Dur) dan wakil presiden (Hamzah Haz [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=20&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nasib Politik Kebangsaan NU</p>
<p>Oleh Imam Ghazali Said</p>
<p>&#8220;Berkah&#8221; reformasi, antara lain, tokoh-tokoh NU dapat menduduki<br />
jabatan terhomat di negeri ini. Baik jabatan elite parpol yang tumbuh<br />
bak jamur di musim hujan maupun jabatan di pemerintahan pada semua<br />
tingkat; legislatif, eksekutif, dan yudikatif.</p>
<p>Tokoh NU pernah jadi presiden (Gus Dur) dan wakil presiden (Hamzah<br />
Haz dan Jusuf Kalla), wakil ketua DPR (Muhaimin Iskandar, Khofifah<br />
Indar Prawansa), wakil ketua MA (M. Taufiq), hakim Mahkamah<br />
Konstutusi (Mahfud M.D.), untuk menyebut beberapa contoh.</p>
<p>Di beberapa daerah, terutama Jatim dan Jateng, elite NU &#8220;ramai-ramai&#8221;<br />
menjadi cagub dan cawagub. Ada pula yang sudah berhasil memenangkan<br />
pilbub langsung sebagai bupati dan wakil bupati.</p>
<p>Pertanyaannya, apakah jabatan-jabatan penting tersebut diraih melalui<br />
pintu PKB? Ternyata tidak. Gus Dur jadi presiden lebih banyak<br />
didukung Poros Tengah yang dimotori Amin Rais yang memimpin PAN.<br />
Hamzah Haz jadi Wapres karena didukung PPP yang berkoalisi dengan<br />
PDIP. Jusuf Kalla jadi Wapres karena ditarik oleh Partai Demokrat.</p>
<p>Mayoritas cabup dan cawabup yang diusung PKB (terutama di Jatim)<br />
malah &#8220;keok&#8221; oleh cabup/cawabup partai lain. Di Jabar cagub/cawagub<br />
koalisi PKB, PDIP, dan PPP yang menampilkan Agum Gumelar dan ketua NU<br />
Jabar &#8220;keok&#8221; di hadapan cagub PKS-PAN.</p>
<p>Timbul Pertanyaan</p>
<p>Fakta-fakta di atas menimbulkan pertanyaan, sejauh mana daya rekat<br />
ideologis-politis dan kultural antara NU dan PKB? Sudah jadi realita,<br />
warga NU tersebar ke berbagai kekuatan parpol. Kita dapat mengamati,<br />
hampir pada semua parpol yang berbasis ideologi Islam dan<br />
nasionalisme kebangsaan, pasti salah seorang di antara mereka adalah<br />
warga NU.</p>
<p>Realita itu menunjukkan warga NU secara faktual tidak bisa<br />
dimobilisir untuk berkonsensus secara utuh untuk menyikapi persoalan-<br />
persoalan yang bersifat politis. Ini tidak hanya terjadi pada tataran<br />
warga akar rumput dengan ikatan kulturalnya yang sangat kuat. Gejala<br />
demikian juga terjadi pada elite-elite NU, baik yang memimpin parpol,<br />
ormas dan LSM, juga terjadi di internal induk organisasi NU sendiri.</p>
<p>Sikap terhadap &#8220;kebrutalan&#8221; FPI, misalnya, tidak membuat elite NU<br />
bersatu. Demikian juga sikap terhadap &#8220;penyimpangan&#8221; teologi<br />
Ahmadiyah tidak membuat seluruh elite PB NU bersatu.</p>
<p>Diferensiasi sikap di internal PB NU berakibat tampilan organisasi<br />
baik secara politis maupun kultural &#8220;kurang wibawa&#8221;. NU tidak mampu<br />
menjadi kekuatan penyeimbang kebijakan negara. Suara formal NU tidak<br />
banyak berpengaruh terhadap keluarnya SKB Ahmadiyah. Bahkan, NU<br />
terbawa arus mengikuti cara berpikir &#8220;Islam kanan&#8221; untuk mencapai<br />
tujuannya.</p>
<p>Lalu, apa langkah yang perlu dilakukan NU struktural untuk<br />
meningkatkan wibawa organisasi? Kemudian, apa dan bagaimana cara<br />
melakukan reformasi internal PKB dalam menghadapi &#8220;carut-marut&#8221; warga<br />
NU tersebut?</p>
<p>Kondisi yang sangat memprihatinkan itu ditambah dengan perpecahan dan<br />
konflik yang mendera PKB sepanjang sejarahnya dan tidak ada tanda-<br />
tanda akan segera selesai. Prediksi sementara; kubu mana pun (Cak<br />
Imin atau Gus Dur) yang menang akan berpengaruh terhadap perolehan<br />
suara dan kursi PKB di DPR pada Pemilu 2009.</p>
<p>Perumusan Visi Politik</p>
<p>Diakui atau tidak, NU punya hubungan historis kultural, ideologis dan<br />
fungsional dengan sejumlah parpol (terutama PPP, PKB, PNUI, PKNU,<br />
dll). Karena itu, NU harus bisa bekerja sinergis dengan parpol<br />
tersebut. Politik &#8220;Islam dalam bingkai kebangsaan&#8221; yang menjadi<br />
andalan ideologi NU seharusnya diimplementasikan oleh partai-partai<br />
itu dalam visi dan misi parpol dan diperjuangkan dalam sidang-sidang<br />
parlemen. Tentu, koordinasi dan penggalangan kekuatan harus muncul<br />
dari NU sebagai &#8220;bapak&#8221;.</p>
<p>Di situlah pentingnya elite NU dalam semua hierarki untuk<br />
bersikap &#8220;bijak&#8221; dan mengayomi semua kekuatan politik yang punya<br />
suara di parlemen. Perekat &#8220;Islam dan kebangsaan&#8221; harus menjadi<br />
prioritas utama perjuangan semua parpol yang berbasis warga NU.<br />
Dengan demikian, akan terjadi koalisi strategis antarpolitisi NU yang<br />
tersebar dalam beberapa parpol, termasuk Golkar dan PDIP.</p>
<p>Perkembangan &#8220;gerakan Islam baru&#8221; yang condong ke &#8220;kanan&#8221; mestinya<br />
menjadi motivator agar segera merealisasikan koalisi politisi NU.<br />
Sebab, negara dengan konstitusinya yang secara eksplisit mengakui<br />
kebhinnekaan ini harus terus didialogkan dengan perkembangan zaman<br />
tanpa mengubah substansinya.</p>
<p>Sangat disayangkan politisi NU, bahkan petinggi NU sendiri, mengikuti<br />
gelombang arus &#8220;Islam kanan&#8221; tersebut ketika menghadapi tuntutan<br />
pembubaran JAI. Padahal, JAI bukan gerakan dan organisasi yang baru<br />
lahir. Organisasi ini tumbuh dan berdiri beriringan dengan berdirinya<br />
NU pada 1920-an. Dan telah terjadi dialog intensif di internal<br />
gerakan-gerakan Islam waktu itu.</p>
<p>Hasilnya? Mereka saling &#8220;menyalahkan&#8221; ; tapi tidak saling mengafirkan.<br />
Mereka ikut berjuang mempertahankan dan mengisi kemerdekaan republik<br />
tercinta ini.</p>
<p>Mestinya, NU memelopori politik kebangsaan seperti yang sering<br />
didengungkan; mengayomi dan berdakwah secara lemah lembut; bukan<br />
mendukung pengafiran, pemurtadan, dan pembubaran; dengan<br />
alasan &#8220;penodaan agama&#8221;.</p>
<p>Mengapa istilah penodaan agama baru muncul sekarang seirama dengan<br />
fatwa MUI, HTI, FPI, dan MMI ? Bukankah organisasi-organisa si ini<br />
baru berdiri (kecuali MUI) di era reformasi? Mengapa NU,<br />
Muhammadiyah, dan Persis tidak memurtadkan JAI sejak awal berdirinya?<br />
Apakah JAI dulu lurus dan sekarang menyimpang?</p>
<p>Juga apakah ulama sekelas KH. Hasyim Asy&#8217;ari, KH A. Dahlan (yang<br />
putranya, Irfan Dahlan) menjadi mubalig JAI, dan Ustad A. Hassan itu<br />
bodoh dan pengecut sehingga tidak berani mengeluarkan fatwa murtad<br />
dan kafir pada JAI? Ini harus dijawab oleh elite NU, terutama yang<br />
merangkap jabatan di MUI dan FPI?</p>
<p>Info di PB NU menyatakan, manuver elite NU yang cenderung mengikuti<br />
irama &#8220;Islam kanan&#8221; dalam menghadapi berbagai isu, seperti APP, JAI,<br />
dan FPI, itu bukan &#8220;murni sikap politik kebangsaan NU&#8221;, tetapi karena<br />
didorong &#8220;persaingan pengaruh&#8221; dengan Gus Dur.</p>
<p>Jika betul, saya sebagai kader NU sangat sedih. Sebab,<br />
ideologi &#8220;politik kebangsaan&#8221; yang intinya berjuang untuk menegakkan<br />
Islam yang ramah di negeri tercinta ini dinodai kepentingan pribadi<br />
yang semestinya tak terjadi.</p>
<p>NU harus kembali pada jati dirinya mengawal Islam Ahlussunnah wal-<br />
Jamaah yang tak mudah memurtadkan komunitas yang berikrar dua kalimat<br />
syahadat, salat, puasa, dan haji, seperti sikap moderat yang<br />
ditunjukkan oleh Imam Abul Hasan al-Asy&#8217;ari dalam kitab Maqalat al-<br />
Islamiyin dan sikap Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam kitab al-Istishad<br />
fi al-I&#8217;tiqad.</p>
<p>Letak kesalahan mendasar sikap NU terhadap suatu aliran teologis<br />
adalah ma&#8217;khodz-nya yang serba fikih. Semestinya, jika yang dihadapi<br />
itu aliran teologis, yang cenderung sufistik, maka kitab-kitab<br />
teologis/kalam dan karya-karya tasawuf yang menjadi rujukan.</p>
<p>Jika yang terakhir itu dilakukan, saya yakin kesimpulannya akan<br />
menempatkan JAI sebagai aliran teologis-sufistik yang mirip dengan<br />
gerakan tarekat yang at home dalam NU.</p>
<p>Imam Ghazali Said , pengasuh Pesma &#8220;An-Nur&#8221;, anggota LBM PB NU, dan<br />
ketua FKUB Kota Surabaya</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kodokpurba.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kodokpurba.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kodokpurba.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kodokpurba.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kodokpurba.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kodokpurba.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kodokpurba.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kodokpurba.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kodokpurba.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kodokpurba.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kodokpurba.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kodokpurba.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kodokpurba.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kodokpurba.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kodokpurba.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kodokpurba.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=20&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/07/07/nasib-politik-kebangsaan-nu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c7c6b94eebca276b6d87218e563600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AL Masih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelurusan Fakta Tragedi Berdarah Monas</title>
		<link>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/24/pelurusan-fakta-tragedi-berdarah-monas/</link>
		<comments>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/24/pelurusan-fakta-tragedi-berdarah-monas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 06:58:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Mahdi Kedatangan Imam Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodokpurba.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Pelurusan Fakta Tragedi Berdarah Monas Tragedi Monas, 1 Juni 2008, berupa penyerangan kelompok Front Pembela Islam (FPI) kepada massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan telah menjadi bahan perbincangan publik yang terus bergulir tak tentu arah. Tulisan ini ingin sedikit memberi klarifikasi terhadap kesimpangsiuran berita yang mulai cenderung salah arah tersebut. Penyerangan, Bukan Bentrok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=19&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="font-size:12pt;font-family:garamond,new york,times,serif;">
<div>
<p style="text-align:justify;" align="center"><strong><span style="font-size:large;">Pelurusan Fakta Tragedi Berdarah Monas</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tragedi Monas, 1 Juni 2008, berupa penyerangan kelompok Front Pembela Islam (FPI) kepada massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan telah menjadi bahan perbincangan publik yang terus bergulir tak tentu arah. Tulisan ini ingin sedikit memberi klarifikasi terhadap kesimpangsiuran berita yang mulai cenderung salah arah tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penyerangan, Bukan Bentrok</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa media tidak segan-segan menyebut tragedi ini “bentrokan” antara massa FPI dan AKKBB. Istilah bentrokan sungguh menyesatkan karena itu mengandaikan AKKBB juga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktanya, FPI menyerang massa AKKBB. Saat itu, acara belum dimulai. Sebagian massa AKKBB berada di pelataran Monas menunggu aksi longmarch yang akan dimulai dari kawasan belakang stasiun Gambir. Sambil menunggu massa AKKBB yang lain, massa yang ada di pelataran Monas tersebut duduk-duduk. Ketika massa FPI mendekat, massa AKKBB diperintahkan untuk duduk. Saya sendiri yang menyampaikan kepada massa untuk tidak terprovokasi, karena kami melihat massa FPI semakin dekat dan berteriak-teriak sambil mengancung-acungkan pentungan. Saya lalu meminta massa untuk menyanyikan lagu Indonesia raya. Belum sempat lagu kebangsaan itu dinyanyikan, massa FPI sudah menyerbu. Mereka memukul dengan pentungan bambu, meninju, menendang, menginjak-injak, sambil melontarkan sumpah serapah. Saya masih sempat menyeru massa AKKBB untuk tetap duduk, sebab kesepakatan kita, aksi ini adalah aksi damai. Kalau ada serangan fisik, maka kita akan duduk dan tidak melakukan perlawanan. Massa AKKBB memang patuh kepada kesepakatan, tidak ada satupun massa yang melakukan perlawanan. Tetapi karena serangan begitu massif, akhirnya massa AKKBB bubar menyelematkan diri. Ibu-ibu menangis, anak-anak menjerit ketakutan, puluhan orang menderita luka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong> <strong>Tidak Ada Provokasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hari setelah tragedi, muncul pemberitaan bahwa massa AKKBB melakukan provokasi terlebih dahulu melalui orasi yang menyatakan bahwa massa penyerang itu adalah “laskar setan atau iblis.” Itu adalah dusta besar. Faktanya, acara belum dimulai. Orasi belum dilaksanakan. Yang ada hanyalah seruan kepada peserta AKKBB untuk duduk, untuk tidak terprovokasi, dan untuk menyanyikan lagu Indonesia raya. Dan tidak pernah ada bukti bahwa orasi provokasi benar-benar dilakukan oleh AKKBB.</p>
<p style="text-align:justify;">Patut dicatat beberapa pernyataan dalam orasi-orasi pemimpin serangan FPI pada saat serangan telah dilakukan. Alfian Tanjung mengatakan di depan massa FPI: “Saya bangga dengan Anda semua yang telah melibas mereka dengan cepat.” Indikasi bahwa aksi ini dilakukan secara terencana dan dengan restu Riziq Shihab bisa dilihat dari pernyataan Alfian Tanjung selanjutnya: “Pada pertemuan terakhir kita dengan Habib Riziq, dia memegang tangan saya, “Ustadz Alfian, hari minggu siang kita perang.”  Pada kesempatan itu, Alfian juga mengatakan bahwa mereka baru saja menang satu kosong, dan mereka akan terus menang sampai 1000 kosong.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjelang bubar, Munarman menyampaikan kepada massanya bahwa aksi mereka hari itu belum apa-apa: “Kita belum memenangkan pertempuran… Berikutnya kita akan datangi tempat-tempat mereka. Kita akan datangi yang namanya Goenawan Mohamad. Kita akan datangi yang namanya Asmara Nababan. Munarman juga menyampaikan: “Sudah ada penyampaian baik dari polisi maupun intelijen kita yang menyatakan konsentrasi massa pembela-pembela Ahmadiyah itu sudah bubar. Tidak ada kegiatan di HI dan di depan RRI.”</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bukti-bukti orasi ini sangat penting untuk melihat bahwa FPI memang melakukan serangan secara terencana dan bukan insidental.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Senjata Api</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada foto yang beredar tentang seorang berbaju putih yang mengangkat pistol. Ini, oleh beberapa berita, disebut sebagai provokasi dari AKKBB. Perlu ditegaskan kembali bahwa aksi hari itu adalah aksi Apel Akbar Peringatan 63 Tahun Pancasila dengan tema “Satu Indonesia untuk Semua.” Sejak awal, aksi AKKBB adalah aksi damai. Jangankan memprovokasi, kita bahkan sepakat bahwa jika ada serangan, maka kita akan duduk dan tidak melakukan perlawanan. Tidak pernah ada instruksi bagi peserta aksi untuk membawa senjata tajam. Fakta bahwa banyak peserta aksi adalah ibu-ibu dan anak-anak adalah bukti bahwa aksi ini memang dirancang dalam format damai.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada anggapan bahwa si pembawa pistol adalah massa AKKBB karena mengenakan pita merah putih di lengan bajunya. Yang harus diketahui adalah bahwa panitia aksi hari itu sama sekali tidak menyediakan atribut pita merah putih yang dipasang di lengan baju. Panitia hanya menyediakan kalung pita merah putih yang hanya dipakai oleh para perangkat dan simpul-simpul aksi. Aksi ini sendiri bersifat umum karena mengundang siapa saja melalui media massa dan pengumuman internet. Penggunaan atribut pita merah putih di lengan baju dilakukan pada aksi AKKBB sebelumnya, 6 Mei 2008. Tetapi pada 1 Juni 2008, panitia tidak menyediakan atribut serupa.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada pernyataan Munarman yang menarik. Dia mengatakan: “Kami tidak bisa dibohongi karena sudah menyusupkan orang kami di tengah-tengah mereka….” (Sabili No. 25 Th. XV).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keluar Rute</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Massa AKKBB juga dianggap menyalahi pemberitahuan kepada pihak polisi karena tidak patuh kepada rute awal, yakni belakang stasiun gambir kemudian menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). AKKBB dianggap melanggar karena masuk ke pelataran Monas.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktanya, rencana aksi AKKBB akan dimulai pukul 14.00 WIB. Penyerangan yang dilakukan FPI di dalam pelataran Monas adalah pukul 13.15 WIB. Perlu diketahui adalah bahwa massa AKKBB yang ada di pelataran Monas tersebut tidak sedang melakukan aksi, melainkan bersiap-siap menuju tempat dimulainya aksi, yakni belakang stasiun Gambir. Massa yang diperkirakan hadir pada aksi peringatan Pancasila tersebut adalah sekitar 10.000 orang. Massa ini belum berkumpul pada satu titik secara utuh, mereka masih berpencar di sekitar Monas, karena hari itu memang Monas sangat ramai. Massa AKKBB masih menunggu dimulainya aksi. Massa AKKBB masih bergerombol di banyak sekali tempat di sekitar Monas. Salah satu kumpulan massa yang terbesar adalah di tempat di mana massa FPI menyerang tersebut. Massa AKKBB masih ada di banyak tempat, sebagian besar masih dalam perjalanan. Tidak benar aksi keluar dari rute, sebab aksi belum dimulai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menipu Peserta</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berita terakhir yang banyak beredar bahwa AKKBB telah menipu massa anak-anak dan ibu-ibu yang diajak untuk berwisata ke Dufan, tetapi kemudian diarahkan menjadi peserta aksi. Ini juga adalah dusta.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktanya, aksi peringatan Pancasila ini sudah diberitakan melalui tidak kurang dari delapan media cetak. Pemberitahuan ini juga ditambah dengan pengumuman di pelbagai mailing list. Dan tidak pernah keluar bukti bahwa para peserta itu ditipu. Yang terjadi adalah upaya untuk memfitnah aksi AKKBB ini dengan pelbagai cara.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pengalihan Isu BBM</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Fitnah yang paling keji dan menggelikan adalah ketika tragedi Monas disebut sebagai bentuk pengalihan isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sengaja dilakukan oleh AKKBB. Fitnah ini sangat keji, karena peserta aksi AKKBB yang prihatin terhadap gejala pengabaian dasar negara, Pancasila, kemudian tanpa bukti disebut untuk mengalihkan isu.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktanya, jika tragedi ini disebut sebagai pengalihan isu, maka sesungguhnya yang patut disebut sebagai pelaku pengalihan isu adalah massa penyerang. Inisiatif menyerang ada di tangan FPI. Kalau mereka tidak melakukan gerakan serangan, maka barangkali isu kenaikan harga BBM akan tetap jadi perbincangan. Sekali lagi, AKKBB adalah korban dari sebuah inisiatif serangan dari pihak FPI.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Saidiman</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a rel="nofollow" href="http://www.saidiman.wordpress.com/" target="_blank">www.saidiman. wordpress. com</a></p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kodokpurba.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kodokpurba.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kodokpurba.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kodokpurba.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kodokpurba.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kodokpurba.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kodokpurba.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kodokpurba.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kodokpurba.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kodokpurba.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kodokpurba.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kodokpurba.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kodokpurba.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kodokpurba.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kodokpurba.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kodokpurba.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=19&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/24/pelurusan-fakta-tragedi-berdarah-monas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c7c6b94eebca276b6d87218e563600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AL Masih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ahmadiyah Menjawab</title>
		<link>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/18/ahmadiyah-menjawab/</link>
		<comments>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/18/ahmadiyah-menjawab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 14:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Mahdi Kedatangan Imam Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodokpurba.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: M.B. Shamsir Ali, SH, SHD Telah lebih sebulan ini harian Republika sering kali memuat artikel tentang Jemaat Ahmadiyah dan Pendirinya dalam berbagai judul. Sejauh yang kami ketahui, sangat sedikit sekali, bahkan boleh dikatakan tidak ada, upaya Republika untuk mengkonfrontir isi artikel itu kepada pihak Jemaat Ahmadiyah Indonesia, padahal hal itu sangat penting agar pembaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=18&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: M.B. Shamsir Ali, SH, SHD</p>
<p>Telah lebih sebulan ini harian Republika sering kali memuat artikel tentang Jemaat Ahmadiyah dan Pendirinya dalam berbagai judul. Sejauh yang kami ketahui, sangat sedikit sekali, bahkan boleh dikatakan tidak ada, upaya Republika untuk mengkonfrontir isi artikel itu kepada pihak Jemaat Ahmadiyah Indonesia, padahal hal itu sangat penting agar pembaca Republika memperoleh informasi yang benar, akurat dan berimbang. Sekedar contoh kelemahan akibat tidak dilaksanakannya amanat etika jurnalistik itu terjadi pada wawancara Rachmat Santosa Basarah dengan Ahmad Hariadi yang dimuat Republika tanggal 14 Mei 2008 yang lalu.<br />
<span class="fullpost"></p>
<p>Dalam wawancara itu, Ahmad Hariadi ditanya : Siapa pemimpin Ahmadiyah sedunia sekarang?<br />
Hariadi menjawab: Mirza Ghulam Ahmad, lahir pada 1835 dan meninggal pada 1908. Dia mendirikan Ahmadiyah tahun 1889. Setelah meninggal, dia diganti oleh khalifah Ahmadiyah pertama. Kemudian, bertutur-turut diganti oleh khalifah kedua, ketiga, dan keempat. Khalifah keempat ini adalah cucunya Mirza Ghulam Ahmad, namanya, Tahir Ahmad. (Tugas saya menyadarkan Jemaat Ahmadiyah, Republika, 14 Mei 2008, http://www.republika .co.id/koran_ detail.asp? id=333920&amp;kat_id=505)</p>
<p>Semua orang yang meneliti secara langsung pasti tahu bahwa Hadhrat Mirza Tahir Ahmad sudah wafat beberapa tahun yang lalu. Sekarang, Jemaat Ahmadiyah telah dipimpin oleh Khalifahnya yang kelima, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad. Kekeliruan seperti ini sungguh sangat keterlaluan, sebab ini merupakan fakta yang terbuka dan jelas, setiap saat siapa saja dapat mengakses situs resmi Jemaat Ahmadiyah www.alIslam. org; www.mta.tv; atau situs-situs resmi Ahmadiyah di berbagai Negara di dunia.</p>
<p>Begitu pula dalam Republika 16 April 2008 (‘Wahyu Cinta’ Mirza Ghulam) tertulis, “Ada 88 kitab – termasuk – Tadzkirah – yang dikarang MGA …” Padahal Tadzkirah bukan dikarang oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.</p>
<p>Bila hal-hal ‘sederhana’ semacam itu terjadi kekeliruan maka dapat dipastikan terjadi kekeliruan dalam tulisan-tulisan Republika lainnya yang berkaitan dengan Jemaat Ahmadiyah dan pendirinya, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang kebanyakannya dikutip dari pihak-pihak yang berseberangan dengan Jemaat Ahmadiyah atau mantan penganut aliran Ahmadiyah seperti Hasan Aodah maupun Ahmad Hariadi yang dikeluarkan dari aliran Ahmadiyah. – bukan keluar melainkan dikeluarkan dari Ahmadiyah. Republika hanya bertumpu kepada Hasan Bin Mahmud Aodah tentang asumsi bahwa MGA adalah pelayan imperialis Inggris. Sepatutnya Republika menghubungi pihak pemerintah Inggris ataupun India untuk memastikan kebenaran klaim Aodah itu.</p>
<p>Mengingat tidak mungkin semuanya dapat dikemukakan maka sebagai pemenuhan atas hak jawab. Berikut ini kami sampaikan pernyataan Pendiri Jemaat Ahmadiyah tentang keIslaman beliau dan kecintaan beliau kepada agama Islam dan Rasulullah Muhammad SAW.</p>
<p>Jemaat Ahmadiyah</p>
<p>Ahmadiyah adalah sebuah Jamaah Islam yang didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad pada tahun 1889 Masehi/ 1306 Hijriah, di Qadian India. Dan beliau mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi dan al Masih yang dijanjikan kedatangannya oleh Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Jemaat Ahmadiyah bukan sebuah agama baru. Jemaat Ahmadiyah bekerja untuk menghidupkan Agama Islam dan menegakkan syari’at Islam. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad menulis, “Wahai kalian yang bermukim di muka bumi dan wahai jiwa semua yang ada di barat atau di timur, aku maklumkan secara tegas bahwa kebenaran hakiki di dunia ini hanyalah Islam, Tuhan yang benar adalah Allah sebagaimana yang terdapat di dalam Al Qur’an, sedangkan Rasul yang memiliki hidup keruhanian yang abadi dan sekarang bertahta diatas singgasana keagungan dan kesucian adalah wujud terpilih Muhammad SAW. ( Rukhani Khazain, vol. 15, hal. 141); Dibawah kolong langit ini hanya ada satu Rasul dan satu Kitab. Rasul itu adalah Hadhrat Muhammad SAW yang lebih luhur dan agung serta paling sempurna dibanding semua Rasul . . . Kitab tersebut adalah Al Quran yang merangkum bimbingan yang benar dan sempurna.” (Rukhani Khazain, vol. 1 hal. 557</p>
<p>Jemaat Ahmadiyah berpegang teguh kepada Kitab Suci Al Quranul Karim. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad menulis, “Keselamatan dan kebahagiaan abadi manusia adalah karena bisa bertemu dengan Tuhan-nya dan hal ini tidak akan mungkin dicapai tanpa mengikuti Kitab Suci Al Qur’an.” (Rukhani Khazain vol. 10 hal. 442); “Apa yang termaktub di dalam Al Qur’an merupakan wahyu utama dan mengatasi serta berada diatas semua wahyu-wahyu lainnya.” (Majmua Isytiharat, vol. 2 hal. 84); “Kitab Suci Al Qur’an merupakan sebuah mukjizat yang kapanpun tidak ada dan tidak akan pernah ada tandingannya.” (Malfuzhat, vol. III, hal. 57)</p>
<p>Berkenaan dengan dua kalimah Syahadat, beliau menulis, ““Inti dari kepercayaan saya adalah: Laa Ilaaha Illallahu, Muhammadur-Rasulull ahu (Taka ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah). Kepercayaan kami yang menjadi pergantungan dalam hidup ini, dan yang padanya kami, dengan rahmat dan karunia Allah, berpegang sampai saat terakhir dari hayat kami di bumi ini ialah: Sayyidina Maulana Muhammad SAW adalah Khataman Nabiyyin dan Khairul Mursalin, yang termulia dari antara nabi-nabi. Ditangan beliau hukum syari’at telah disempurnakan. Karunia yang sempurna ini pada waktu sekarang adalah satu-satunya penuntun ke jalan yang lurus dan satu-satunya sarana untuk mencapai ‘kesatuan’ dengan Tuhan Yang Mahakuasa.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Izalah Auham, 1891: 137)</p>
<p>Jemaat Ahmadiyah berkeyakinan bahwa nabi Muhammad saw adalah khataman nabiyyin. Pendiri Jemaat Ahamdiyah menulis,</p>
<p>“Tuduhan yang dilontarkan terhadap diri saya dan terhadap Jamaah saya bahwa kami tidak mempercayai Rasulullah Muhammad SAW sebagai Khataman Nabiyyin merupakan kedustaan besar yang dilontarkan kepada kami. Kami meyakini Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai Khatamul Anbiya dengan begitu kuat, yakin, penuh makrifat dan bashirat, yakni seperseratus ribu dari yang itupun tidak dilakukan oleh orang-orang lain. Dan memang tidak demikian kemampuan mereka. Mereka tidak memahami hakikat dan rahasia yang terkandung di dalam Khatamun Nubuwat Sang Khatamul Anbiya. Mereka hanya mendengar sebuah kata dari tetua mereka, tetapi tidak tahu menahu tentang hakikatnya. Dan mereka tidak tahu apa yang dimaksud dengan Khatamun Nubuwat – yakni apa makna mengimaninya. Namun kami, dengan penuh bashirat (Allah Taala yang lebih tahu) meyakini Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai Khatamul Anbiya. Dan Allah Taala telah membukakan pintu hakikat Khatamun Nubuwwat kepada kami sedemikian rupa, yakni dari serbat irfan yang telah diminumkan kepada kami itu kami mendapat suatu kelezatan khusus yang tidak dapat diukur oleh siapapun kecuali oleh orang-orang yang memang telah kenyang minum dari mata air ini juga.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Malfuzhat, jld. I, halaman 342)</p>
<p>“Dengan sungguh-sungguh saya percaya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Khatamul Anbiya. Seorang yang tidak percaya pada Khatamun Nubuwwah beliau (Rasulullah SAW), adalah orang yang tidak beriman dan berada diluar lingkungan Islam.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Taqrir Wajibul I’lan, 1891)</p>
<p>“Martabat luhur yang diduduki junjungan dan penghulu kami, yang terutama dari semua manusia, nabi yang paling besar, Hadhrat Khatamun Nabiyyin SAW telah berakhir dalam diri beliau yang di dalamnya terhimpun segala kesempurnaan dan yang sebaliknya tak dapat dicapai manusia.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Taudhih Maram, 1891 hal. 23)</p>
<p>“Yang dikehendaki Allah supaya kita percaya hanyalah ini, bahwa Dia adalah Esa dan Muhammad SAW adalah Nabi-Nya, dan bahwa beliau adalah Khatamul Anbiya dan lebih tinggi dari semua makhluk.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Kisti Nuh, tahun 1902, halaman 15)</p>
<p>“Untuk sampai kepada-Nya semua pintu telah tertutup, kecuali sebuah pintu yang dibukakan oleh Qur’an Majid dan semua kenabian dan semua kitab-kitab yang terdahulu tidak perlu lagi diikuti, sebab kenabian Muhammadiyah, mengandung dan meliputi kesemuanya itu. Selain ini semua jalan tertutup. Semua jalan yang membawa kepada Tuhan terdapat di dalamnya. Sesudahnya tidak akan datang kebenaran baru, dan tidak pula sebelumnya ada suatu kebenaran yang tidak terdapat di dalamnya. Sebab itu, diatas kenabian ini habislah semua kenabian. Memang sudah sepantasnya demikian sebab sesuatu yang ada permulaannya, tentu ada pula kesudahannya.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, AL Wasiyat, JAI 2006, hal. 24)</p>
<p>Sesudah Nabi Muhammad SAW, tidak boleh lagi mengenakan istilah Nabi kepada seseorang, kecuali bila ia lebih dahulu menajdi seorang ummati dan pengikut dari Nabi Muhammad SAW.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Tajalliyati Ilahiyah, 1906, hal. 9)</p>
<p>“Semua pintu kenabian telah tertutup kecuali pintu penyerahan seluruhnya kepada Nabi Muhammad SAW dan pintu fana seluruhnya kedalam beliau.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Ek Ghalti ka Izalah, 1901, hal. 3)</p>
<p>Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sangat menyintai Rasulullah Muhammad SAW, berkenaan dengan kecintaan dan keediaan beliau mengorbankan jiwa raga demi kemuliaan Rasulullah Muhammad SAW beliau menulis,</p>
<p>“Saya katakan dengan sejujur-jujurnya bahwa kami dapat berdamai dengan ular berbisa dan srigala buas, tetapi kami tak dapat berkompromi dengan orang yang melakukan serangan-serangan keji terhadap Nabi Muhammad yang kami cintai, orang yang lebih kami hargakan dari kehidupan kami dan orang tua kami.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Paighami Sulh, 1908 hal. 30)</p>
<p>“Sekiranya orang-orang ini menyembelih anak-anak kami didepan mata kami dan mencincang apa-apa yang kami cintai sampai berkeping-keping dan membuat kami mati dengan hina dan malu dan merampas semua harta dunia kami, maka demi Tuhan, semua itu tidak akan begitu menyakitkan hati kami seperti yang kami alami atas cacian dan hinaan yang dilancarkan kepada Nabi kami, Muhammad SAW.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Aina Kamalati Islam, 1893, hal. 52)</p>
<p>“Aku menyaksikan suatu kehebatan dalam wajahmu yang bersinar cemerlang, yang melebihi semua sifat manusia lain. Pada wajahnya tampak Tuhan Muhaimin dan seluruh keadaannya bagaikan cermin. Yang menampakkan keindahan sifat Ilahi dan kebesarannya sungguh menyilaukan. Ia mengungguli seluruh manusia dengan kemampuan, kesempurnaan dan keelokannya dan kehebatan serta dalam kesegaran jiwanya. Sedikitpun tidak diragukan lagi, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah terbaik diantara seluruh makhluk. Paling mulia diantara yang mulia dan inti orang-orang yang terpilih. Segala sifat yang terbaik dan terpuji, pada diri beliaulah puncaknya. Anugerah nikmat yang ada pada setiap zaman, telah berakhir dalam dirinya. Beliau adalah yang terbaik dari semua orang yang mendapat Qurb Ilahi sebelumnya. Keunggulan beliau karena kebaikan-kebaikan, bukan karena zaman. Wahai Tuhanku, turunkanlahh berkat-berkat kepada Nabi-Mu abadi selamanya, di dunia ini dan di hari kebangkitan kedua.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Aina Kamalaati Islam, halaman 594-596)</p>
<p>Dalam usia lebih dari 100 tahun, Jemaat Ahmadiyah tjelah berkembang dan berada di hampir 200 negara di dunia dengan jumalah anggota lebih dari 200 juta jiwa.</p>
<p>Dalam upaya menegakkan agama Islam dan menyebarkan syiar Islam keseluruh dunia. Jemaat Ahmadiyah mendapat dana dari pengorbana para anggota yaitu infaq/ iuran setiap anggota wajib membayar infaq /iuran tiap bulannya sebesar 1/16 sampai dengan 1/3 dari pendapatan perbulan.</p>
<p>Jemaat Ahmadiyah tidak pernah meminta atau menerima satu sen pun dana/biaya dari luar: baik dari perorangan / organisasi/ pemerintah/ Negara.</p>
<p>Jemaat Ahmadiyah Indonesia adalah bagian dari Jamaah Ahmadiyah Internasional yang didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani pada tahun 1889 di Qadian India. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad kami yakini adalah Almasih dan Imam Mahdi yang kedatangannya telah dijanjikan oleh Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Keyakinan tentang datangnya Imam Mahdi dan Nabi Isa di akhir Zaman adalah keyakinan seluruh umat Islam dari golongan manapun. Tugasnya adalah menghidupkan kembali agama Islam dan menegakkan kembali syariat Islam.</p>
<p>Jemaat Ahmadiyah pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1925, diundang oleh Persatuan Mahasiswa Jawa Sumatra di India ketika itu, yang akhirnya Maulana Rahmat Ali HAOT merupakan Muballigh pertama yang diutus ke Indonesia oleh Hadhrat AL-Hajj Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad rh., Khalifah Ahmadiyah ketika itu.</p>
<p>Jemaat Ahmadiyah berperan aktif dalam proses pendirian NKRI dan salah seorang anggotanya, Sayyid Shah Muhammad adalah Ketua Panitia Pemulihan Pemerintahan RI. Beliau mendapat bintang jasa kehormatan dari pemerintah Republik Indonesia atas jasa-jasanya.</p>
<p>Jemaat Ahmadiyah Indonesia dikukuhkan ber-Badan Hukum sesuai bunyi Lembaran Berita Negara no. 26 tahun 1953 dengan penetapan Menteri Kehakiman RI No. JA 5/23/13 tanggal 13 Maret 1953.</p>
<p>Dalam upaya menyebarkan agama Islam, Jemaat Ahmadiyah mengirimkan ribuan Da’i ke seluruh penjuru dunia; membangun ribuan masjid di berbagai penjuru dunia diantaranya Masjid Baitul Futuh, Morden London UK yang merupakan mesjid terbesar di Eropa Barat; menerjamahkan Al Qur’an kedalam 100 bahasa di dunia sehingga seluruh bangsa dapat mempelajari secara langsung Kitab Suci tersebut; Mendirikan stasiun televisi MTA Internasional (MTA 1; MTA 2 dan MTA 3 Al Arabiyya) yang dipancarkan ke seluruh penjuru dunia 24 jam nonstop menggunakan tujuh buah satelit; melaksanakan bakti kemanusiaan melalui Humanity First tanpa memandang ras, agama, keyakinan maupun bangsa, termasuk membantu menanggulangi Tsunami di Aceh;</p>
<p>Jamaah Ahmadiyah Internasional dipimpin oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V yang saat ini berkedudukan di London, Inggris. Dalam rangkaian muhibah pimpinan tertinggi Jamaah Ahmadiyah Internasional, tanggal 17-19 April 2008 Khalifah Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menghadiri pertemuan tahunan Ahmadiyah Ghana yang dihadiri oleh Presiden Ghana, Ageyaku Kufour, dan wakil Presiden, Alhaj Aliu Mahama dan pajabat-pejabat Negara lainnya.</p>
<p>Jemaat Ahmadiyah perpegang teguh kepada mottonya, Love for All, Hatred for None (Cinta kepada semua orang dan tiada kebencian kepada siapapun.) n</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kodokpurba.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kodokpurba.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kodokpurba.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kodokpurba.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kodokpurba.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kodokpurba.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kodokpurba.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kodokpurba.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kodokpurba.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kodokpurba.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kodokpurba.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kodokpurba.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kodokpurba.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kodokpurba.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kodokpurba.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kodokpurba.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=18&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/18/ahmadiyah-menjawab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c7c6b94eebca276b6d87218e563600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AL Masih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pandangan Tokoh Islam Indonesia tentang Ahmadiyah</title>
		<link>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/pandangan-tokoh-islam-indonesia-tentang-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/pandangan-tokoh-islam-indonesia-tentang-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 13:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Mahdi Kedatangan Imam Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodokpurba.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[2. Pandangan Tokoh Islam Indonesia tentang Ahmadiyah Jemaat Ahmadiyah Indonesia adalah bagian dari Jamaah Ahmadiyah Internasional yang didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani pada tahun 1889 di Qadian India. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad kami yakini adalah Almasih dan Imam Mahdi yang kedatangannya telah dijanjikan oleh Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Keyakinan tentang datangnya Imam Mahdi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=17&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-top:1pt;text-align:left;text-indent:-0.25in;" align="left"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pandangan Tokoh Islam Indonesia tentang<span> </span>Ahmadiyah</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-top:1pt;text-align:left;" align="left"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Jemaat Ahmadiyah </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Indonesia</span></span><span style="font-size:10pt;"> adalah bagian dari Jamaah Ahmadiyah Internasional yang didirikan oleh Hadhrat </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Mirza Ghulam Ahmad</span></span><span style="font-size:10pt;"> Qadiani pada tahun 1889 di Qadian India. Hadhrat </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Mirza Ghulam Ahmad</span></span><span style="font-size:10pt;"> kami yakini adalah Almasih dan Imam Mahdi yang kedatangannya telah dijanjikan oleh Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Keyakinan tentang datangnya Imam Mahdi dan Nabi Isa di akhir Zaman adalah keyakinan <strong>seluruh umat Islam</strong> dari golongan manapun. Tugasnya adalah <strong>menghidupkan kembali agama Islam</strong> dan <strong>menegakkan kembali syariat Islam</strong>.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Jemaat Ahmadiyah pertama kali datang ke </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Indonesia</span></span><span style="font-size:10pt;"> pada tahun 1925, diundang oleh Persatuan Mahasiswa Jawa </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Sumatra</span></span><span style="font-size:10pt;"> di </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">India</span></span><span style="font-size:10pt;"> ketika itu, yang akhirnya Maulana Rahmat Ali HAOT merupakan Muballigh pertama yang diutus ke </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Indonesia</span></span><span style="font-size:10pt;"> oleh Hadhrat <span style="text-decoration:underline;">Al-Hajj</span> Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad rh., Khalifah Ahmadiyah ketika itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.25in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Jemaat Ahmadiyah berperan aktif dalam proses pendirian NKRI dan salah seorang anggotanya, Sayyid Shah Muhammad adalah Ketua Panitia Pemulihan Pemerintahan RI. Beliau mendapat bintang jasa kehormatan dari pemerintah Republik Indonesia atas jasa-jasanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.25in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Jemaat Ahmadiyah </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Indonesia</span></span><span style="font-size:10pt;"> dikukuhkan ber-Badan Hukum sesuai bunyi Lembaran Berita Negara no. 26 tahun 1953 dengan penetapan Menteri Kehakiman RI No. JA 5/23/13 tanggal 13 Maret 1953. Pandangan beberapa tokoh bangsa dan tokoh Islam Indonesia terhadap Ahmadiyah antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:left;text-indent:0.25in;" align="left"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Prof. Dr. Hamka, tidak asing lagi bagi masyarakat kita, seorang alim terkemuka, berpengaruh dan termasuk orang yang menentang Ahmadiyah. Namun demikian Prof. Dr. Hamka &#8220;DIPAKSA&#8221; oleh hati nuraninya untuk berkata dan menulis tentang KEBENARAN dan Jasa Ahmadiyah seperti berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Adapun Kaum Ahmadi (Ahmadiyah) dan Usahanya Menyebarkan Islam di benua Eropa dan Amerika, dengan dasar ajaran mereka, faedahnya bagi Islam ada juga. Mereka Menafsirkan </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Qur&#8217;an</span></span><span style="font-size:10pt;"> ke dalam bahasa-bahasanya yang hidup di Eropa. Padahal di zaman 100 tahun yang lalu masih merata kepercayaan tidak boleh menafsirkan </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Qur&#8217;an</span></span><span style="font-size:10pt;">. Penafsiran </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Qur&#8217;an</span></span><span style="font-size:10pt;"> dari kedua golongan Ahmadiyah itu membangkitkan minat bagi golongan yang Menginginkan Kebangkitan Ajaran Muhammad kembali buat memperdalam selidiknya tentang Islam &#8230; &#8221; [Pelajaran Agama Islam, hal. 199, cetakan pertama 1956, Penerbit Bulan Bintang].</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;"> Dr. H Abdul Karim Amarullah alias haji Rasul, ayahanda Dr. Hamka, salah satu ulama terkemuka di negara kita pada zamannya dan PENENTANG PERTAMA Mubaligh Ahmadiyah di Sumatera Barat tahun 1925/1926. Sekalipun memusuhi Ahmadiyah namun beliau TIDAK SEGAN MEMUJI DAN MENGAKUI JASA DAN UPAYA Ahmadiyah meng-Islamkan kaum Keristen. Beliau mengatakan dalam sebuah bukunya [Al-Qaulush- Shahih hal. 149, Bukit Tinggi, 1926]:</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Di atas nama Islam dan kaum Muslimin sedunia kita memuji sungguh kepada pergerakan Ghulam Ahmad tentang mereka banyak menarik kaum Nasrani (Keristen) masuk agama Islam di tanah Hindustan dan lain- lain tempat &#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:1pt 0 5pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Dalam Almanak Muhammadiyah hal. 42 tahun 1347 Hijriah; &#8220;Mubaligh-mubaligh Ahmadiyah telah bermukim di Barat sangat keras mengembangkan agama Islam dan meratakan pengajarannya, begitullah berangsur-angsur terus menerus yang datang pada kemudiannya, hingga di antara mubaligh itu ada yang menuju pusatnya kaum Keristen di tanah </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Roma, Italia</span></span><span style="font-size:10pt;"> dan hendak di-Islamkannya &#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:1pt 0 5pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;"> H. Agus Salim dan H.O.S Cokroaminoto &#8220;Kongres Serikat Islam 26-29 januari 1928 di Jogjakarta memperingati hari S.I. 15 tahun. Sebagai dimaksudkan dahulu itu, diadakan juga Majelis Ulama itu, tetapi Muhammadiyah tidak mau turut duduk di Majelis itu sebenarnya Majelis S.I. adanya, jadi di luar organisasi ini, tidak mempunyai kekuasaan apa-apa. Di Kongres itu dibicarakan juga tafsir </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Qur&#8217;an</span></span><span style="font-size:10pt;"> yang sedang dikerjakan oleh Cokroaminoto. Dari penerbitan-penerbit an pertama, ternyatalah bahwa tafsir itu didasarkan atas Tafsir Ahmadiyah. Lantran ini timbullah dalam kalangan sendiri perlawanan yang keras. Salim menerangkan, bahwa dari segala jenis tafsir </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Qur&#8217;an</span></span><span style="font-size:10pt;">, yaitu dari kaum kuno, kaum Muktazilah, ahli sufi dan golongan moderen (di antaranya Ahmadiyah, Wahabi baru, dan kaum Theosofi), Tafsir Ahmadiyah-lah yang paling baik untuk memberi kepuasan kepada pemuda-pemuda </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Indonesia</span></span><span style="font-size:10pt;"> yang terpelajar&#8221;. [Mr. A.K. Pringgodigdo, Sejarah Pergerakkan- pergerakan Rakyat </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">Indonesia</span></span><span style="font-size:10pt;">, 1946, cetakan kelima, halaman 47, Penerbit Pustaka Rakyat]</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:1pt 0 5pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;"> Prof. Dr. Hasbullah Bakry; Seorang penulis terkenal, Ulama dan Guru Besar Hukum Islam dan Perbandingan Agama. &#8220;Akhirulkalam kami berpendapat Ghulam Ahmad adalah ulama besar seperti ulama besar lainnya sedangkan pengikutnya adalah umat Islam tanpa perlu diragukan Islamnya, dan salah besar mereka yang menganggap kafir. Semoga Allah SWT. menguatkan selanjutnya pendapat kami ini dengan menggerakkan para ulama lainnya dalam membelanya, amin&#8221;. [Pedoman Islam di Indonesia, hal. 441, cetakan ke lima 1990, Penerbit Universitas Indonesia, Press).</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:1pt 0 5pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]&#8211;><span style="font-size:10pt;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Ir. Soekarno (Presiden RI Pertama) &#8220;Ahmadiyah adalah besar pengaruhnya, juga di luar </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">India</span></span><span style="font-size:10pt;">. Ia bercabang di mana-mana, ia menyebarkan banyak perpustakaannya ke mana-mana. sampai di Eropa dan Amerika orang baca ia punya buku- buku, sampai di sana ia sebarkan punya propagandis- propagandis. Corak ia punya Sistem adalah memprogandakan Islam dengan cara apologetis, yakni mempropagandakan Islam dengan mempertahankan Islam itu terhadap serangan-serangan dunia Nasrani; mempropagandakan Islam dengan membuktikan kebenaran Islam di hadapan kritikannya dunia Nasrani, ya &#8230; Ahmadiyah adalah salah satu faktor penting di dalam pembaharuan pengertian Islam di </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;">India</span></span><span style="font-size:10pt;">, dan satu faktor penting pula di dalam mempropagandakan Islam di benua Eropa khususnya, di kalangan kaum intelektuil seluruh dunia umumnya. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:1pt 0 5pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Prof. Dr. Amien Rais ( Mantan Ketua MPR RI/PP Muhamadiyah ). “Ahmadiyah bukan gerakan politik. Beberapa stasiun televisi mereka di Eropa hanya bicara tentang ajaran,Islam, akhlak, dan ekonomi.Di Pakistan mereka tetap eksis. Mereka naik haji ke Mekkah dan Madinah,juga tetap salat lima waktu. Bahkan setahu saya, banyak jenderal angkatan laut, darat, dan udara di Pakistan orang Ahmadiyah. Bahkan pemenang Nobel Fisika, Dr Abdussalam, juga orang Ahmadiyah. Jadi mereka itu sekumpulan orang intelektual. Bahkan, kalau mau jujur, yang menyiarkan agama Islam di Eropa, ya, orang-orang Ahmadiyah lewat stasiun televisi dan stasiun radio. (Majalah Tempo, 28 April 2008).</span></p>
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Forum Kyai Peduli Khittah Nahdatul Ulama. Kiai-kiai sepuh yang tergabung dalam Forum kyai<span> </span>Peduli Khittah Nahdatul Ulama 26 Cirebon menyatakan sikap menolak rekomendasi tersebut. Mereka menyayangkan sikap Bakorpakem yang menyatakan ajaran Ahmadiyah.<span> </span>sesat, tanpa terlebih dulu mengetahui pengertian sesat menurut agama. &#8220;Nanti jangan-jangan semua aliran Islam yang masih ada oleh Bakorpakem dinyatakan sesat,&#8221; ujar KH Syarif Usman Yahya. (Tribun Timur.com, 24 April 2008).</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>9.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Prof. Dr. Dakwam Rahardjo, Tokoh Muhamadiyah </span><span style="font-size:10pt;">Padahal Ahmadiyah sendiri tidak menganggap dirinya sebagaikelompok non-Muslim. Mereka hanya mengaku sebagai sebuah sekte atau mazhab dalam Islam. Bahkan mereka juga menganggap diri mereka sebagai salah satu bentuk danmanifestasi gerakan kebangkitan Islam pada abad ke-19.</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>10.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;">Adnan Buyung Nasution pengacara senior&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>11.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;">Din Syamsudin Ketua PP Muhammadiyah</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>12.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Todung Mulya Lubis ( Pengacara Senior ) Pernyataan yang menuding Ahmadiyah sesat adalah pernyataan arogan, Negara tidak punya hak masuk domain pribadi. Kita akan melawan setiap pembubaran organisasi. (Detiknews.com, 04 Mei 2008).</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>13.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Goenawan Muhamad (Redaktur Senior Tempo) SKB Ahmadiyah jangan dikeluarkan karena bertentangan dengan kebebasan beragama . Jika Ahmadiyah dibubarkan , satu lagi bagian penting Negara dikhianati (Detiknews.com, 04 Mei 2008).</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:1pt 0 5pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;"><span>14.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Yudi Latif &#8211; Hasil Survey PSIK Paramadina.Mayoritas warga menyatakan Ahmadiyah berhak hidup di Indonesia (Kompas online, 22 April 2008).</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:1pt 0 5pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;"><span>15.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Ade Armando ( Mantan Wartawan Republika/ Pemred Majalah Madina) “Ahmadiyah itu sudah ada di Indonesia sejak 1920an. Pernahkah kita mendengar mereka melakukan aksi kekerasan dan menyerang pihak lain? Tidak. Dan ini bisa dijelaskan dengan merujuk pada salah satu dasar ajaran Ahmadiyah. Mereka memang anti menggunakan kekerasan untuk memperjuangkan Islam. Istilah jihad dalam komunitas Ahmadiyah dipercaya sebagai penyebaran ajaran dengan cara dakwah dan persuasif. (Majalah Madina)</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:1pt 0 5pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;"><span>16.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Sobri Lubis ( Sekjen FPI ) &#8220;Bunuh, bunuh, bunuh, BUNUH! PERANGI AHMADIYAH, BUNUH AHMADIYAH, BERSIHKAN AHMADIYAH DARI INDONESIA! Ahmadiyah halal darahnya! Persetan HAM! Tai kucing HAM! Allahu Akbar&#8221; ( Video Tablig Akbar, FUI,<span> </span>Banjar , 14 Feb 2008)</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:1pt 0 5pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;"><span>17.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Maftuh Basyuni ( Menteri Agama RI Menag mengecam keras pelaku pembakaran Masjid Ahmadiyah. Dia menilai aksi pembakaran tersebut adalah tindak kejahatan yang tidak mungkin dilakukan oleh orang yang berakal sehat.&#8221;Itu satu kejahatan yang harus dibasmi .( Media Indonesia, 30 April 2008).</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:1pt 0 5pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;"><span>18.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Tersangka Pembakar Mesjid A<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>hmadiyah Tidak Ditahan karena jaminan MUI (Antara News, 29 April 2008)</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:1pt 0 5pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;"><span>19.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Hamka Haq ( Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia)Pelarangan dan aksi kekerasan atau ancaman terhadap jemaat Ahmadiyah merupakan tindakan yang melanggar konstitusi. kontroversi soal Ahmadiyah hanya merupakan perbedaan penafsiran,   tidak ada perbedaan keyakinan yang prinsipil. Dia juga menyatakan Fatwa MUI yang melarang dan mengharamkan Ahmadiyah dikatakannya tidak tepat.</span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"></a></p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kodokpurba.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kodokpurba.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kodokpurba.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kodokpurba.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kodokpurba.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kodokpurba.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kodokpurba.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kodokpurba.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kodokpurba.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kodokpurba.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kodokpurba.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kodokpurba.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kodokpurba.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kodokpurba.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kodokpurba.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kodokpurba.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=17&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/pandangan-tokoh-islam-indonesia-tentang-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c7c6b94eebca276b6d87218e563600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AL Masih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ahmadiyah adalah Islam</title>
		<link>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/ahmadiyah-adalah-islam/</link>
		<comments>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/ahmadiyah-adalah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 13:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Mahdi Kedatangan Imam Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodokpurba.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Ahmadiyah adalah Islam Siapakah yang disebut sebagai orang Islam. &#8220;(Ibrahim berkata):Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam&#8221;. QS.2:132 “Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua(Yahudi, Nasrani dan muslim); agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku”.QS 21:92.QS.23: 52. “Dan siapakah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=16&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><strong>Ahmadiyah adalah Islam</strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Siapakah yang disebut sebagai orang Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:1pt 58.5pt 0.0001pt 0.5in;" align="left"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;(Ibrahim berkata):Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam&#8221;. QS.2:132</p>
<p>“Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua(Yahudi, Nasrani dan muslim); agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku”.QS 21:92.QS.23: 52.</p>
<p>“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya”. QS.4:125.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:1pt 58.5pt 0.0001pt 0.5in;" align="left"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" align="left"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu.” </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">(22:78)1</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:1pt 58.5pt 0.0001pt 0.5in;" align="left"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dari keempat pemberitahuan ALLAH diatas itu dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa ;<br />
<span> </span>Agama islam itu bermula dari Nabi Ibrahiim as.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-top:1pt;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Agama islam itu adalah agama TAUHID, ALLAH Yang Esa, tidak ada Tuhan selain ALLAH. Tidak menyekutukan ALLAH dengan tuhan2 yang lain.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-top:1pt;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Menyerahkan diri kepada ALLAH Yang Maha Esa.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-top:1pt;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>c)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Orang2 yahudi,Nasrani dan Muslim adalah orang2 beragama islam, menyembah Tuhan yang satu pada mula2nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Siapakah Muslim, itu? Berikut ini ada beberapa hadits Nabi saw yang menulis tentang itu, diantaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 31.5pt 0.0001pt 27pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Siapa pun yang <em>shalat </em>seperti aku dan menghadapkan wajahnya ke kiblat kita dan makan binatang sembelihan kita, maka ia adalah muslim dan berada di bawah perlindungan Allah dan rasul-Nya. Maka janganlah mengkhianati Allah dengan mengkhianati orang-orang yang berada di dalam perlindungan-Nya.” (H. R<em>. Bukhari</em>)5</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 31.5pt 0.0001pt 27pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 31.5pt 0.0001pt 27pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Barangsiapa memanggil atau menyebut seorang itu <em>kafir </em>atau musuh Allah padahal sebenarnya bukan demikian, maka ucapannya itu akan kembali kepada orang yang mengatakan [menuduh] itu.” Keterangan ini diambil dari kitab <em>Bukhari</em>, dengan penjelasan seperlunya)7</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 31.5pt 0.0001pt 27pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 31.5pt 0.0001pt 27pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Seorang muslim adalah orang yang tidak merugikan muslim lainnya dengan lidah maupun dengan kedua tangannya.” (H. R<em>.Bukhari</em>) 8</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Siapakah yang sesat itu, dan apakah MUI berhak mengeluarkan fatwa sesat?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 31.5pt 0.0001pt 27pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“<em>Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang- orang yang mendapat petunjuk.” </em>(6:117)2</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 31.5pt 0.0001pt 27pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 31.5pt 0.0001pt 27pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“…Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">(16:125)3</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Adanya perintah Allah <em>Ta’ala </em>bagi manusia agar selalu memohon kepada-Nya <em>“Tunjukilah kami jalan yang lurus” </em>(1:6)4 merupakan bukti nyata bahwa manusia tidak berhak menetapkan dan menunjuk hidung suatu kelompok atau golongan sebagai sesatmenyesatkan. Lalu, bagaimana mungkin para kyai atau ulama MUI yang sepanjang hidupnya diperintahkan oleh Allah <em>Ta’ala </em>agar selalu meminta ditunjukkan jalan yang lurus, kemudian berbuat sebaliknya <span> </span>dengan menetapkan suatu kelompok atau golongan sebagai yang tidak lurus alias sesat-menyesatkan? Apakah para kyai atau ulama MUI telah mendapat pengesahan dari Allah bahwa mereka benar-benar telah berada di jalan yang lurus dan kemudian mendapatkan mandat dari Tuhan untuk menyatakan kelompok atau golongan lain sebagai sesat-menyesatkan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Jadi, dari keterangan <em>Al-Qur’an </em>dan <em>Hadits </em>telah dinyatakan bahwa yang berhak menentukan seseorang atau suatu kaum sebagai Islam atau non-Islam adalah Allah <em>Ta’ala </em>semata dan bukannya orang atau kaum itu sendiri. Negara atau undang-undang atau peraturan9 atau pengadilan atau fatwa-fatwa ulama, sama sekali tidak mempunyai hak untuk menentukan status seseorang atau suatu kaum sebagai Muslim atau non-Muslim.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kodokpurba.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kodokpurba.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kodokpurba.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kodokpurba.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kodokpurba.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kodokpurba.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kodokpurba.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kodokpurba.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kodokpurba.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kodokpurba.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kodokpurba.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kodokpurba.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kodokpurba.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kodokpurba.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kodokpurba.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kodokpurba.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=16&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/ahmadiyah-adalah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c7c6b94eebca276b6d87218e563600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AL Masih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al Quran suci vs Tazdkirah</title>
		<link>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/al-quran-suci-vs-tazdkirah/</link>
		<comments>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/al-quran-suci-vs-tazdkirah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 13:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Mahdi Kedatangan Imam Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodokpurba.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Al Quran suci vs Tazdkirah Dari Nur suci Al-Qur’an muncul hari yang terang Angin musim semi semilir mengusap kuntum hati. Mentari pun tidak memiliki Nur dan kecemerlangan ini Pesona dan keindahannya pun tak ada pada rembulan. Yusuf dilemparkan sendiri ke sebuah lubang Sedangkan Yusuf yang ini telah menarik manusia ke luar lubang. Dari sumber segala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=15&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><strong>Al Quran suci vs Tazdkirah</strong></p>
<p style="margin-left:0.5in;"><span class="fullpost"><em><span style="font-size:10pt;color:#000066;">Dari Nur suci Al-Qur’an muncul hari yang terang</span></em></span><span style="font-size:10pt;"><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Angin musim semi semilir mengusap kuntum hati.</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Mentari pun tidak memiliki Nur dan kecemerlangan ini</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Pesona dan keindahannya pun tak ada pada rembulan.</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Yusuf dilemparkan sendiri ke sebuah lubang</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Sedangkan Yusuf yang ini telah menarik manusia ke luar lubang.</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Dari sumber segala ilmu, ia telah mengungkap ratusan kebenaran</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Keindahannya menggugah wawasan mulia.</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Tahukah kalian betapa luhur fitrat pengetahuan miliknya?</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Penaka madu surgawi menetes dari wahyu Ilahi.</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Ketika mentari kebenaran ini muncul di dunia,</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Semua celepuk yang memuja kegelapan, bersembunyi semua.</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Tak ada yang bisa merasa pasti di dunia ini,</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Kecuali ia yang berlindung dalam wujudnya.</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Ia yang diberkati dengan pengetahuannya</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Menjadi khazanah pengetahuan,</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Ia yang tidak menyadarinya</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Serupa mereka yang tak tahu sesuatu apa.</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Hujan rahmat Ilahi menghampiri dirinya</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Wahai sialnya mereka yang meninggalkannya dan mencari yang lain.</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Kecenderungan kepada dosa adalah gejala syaitan bernoda</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Yang kuanggap manusia hanya mereka yang meninggal kannya.</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Wahai tambang keindahan, aku tahu sumbermu</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Engkau adalah Nur dari Allah yang mencipta semesta.</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Aku tak hasrat dengan siapa pun, hanya engkau kasihku</span></em></span><br />
<span class="fullpost"><em><span style="color:#000066;">Kami telah menerima nurmu dari Dia yang mendengar doa.</span></em></span><br />
<span class="fullpost">(Barahin Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 304-305, London, 1984).</span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Demikian indahnya syair yang dibuat oleh Ghulam Ahmad untuk menandakan ketinggian dan keindahan Al-Quran nur karim. Indahnya puisi ini sudah jelas menunjukkan pandangan Ghulam Ahmad dan Ahmadiyah terhadap Al-Quran.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Tazkirah adalah bukan Kitab suci atau Wahyu yang berisi Syariat seperti halnya sebagai pegangan hidup agama2 samawi. Tazkirah adalah kumpulan wahyu, kasyaf, mimpi-mimpi benar yang diterima Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang belakangan setelah wafatnya dikumpulkan menjadi sebuah buku oleh para pengikutnya, kaum Ahmadi. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Sehubungan dengan adanya beberapa kesamaan ayat-ayat suci dalam Al-Quran yang juga termuat dalam Tadzkirah, menunjukkan<span> </span>firman yang diterima oleh <span class="yshortcuts">Hazrat Mirza Ghulam Ahmad</span> a.s (HMGA) juga datang dan bersumber dari sumber yang sama dengan firman yang diperoleh YML Rasulullah saw, yaitu Allah Ta’ala. Bukankah logikanya, ini menandakan bahwa beliau memang dan benar-benar utusan Allah Ta’ala? Coba diperhatikan, berapa banyak firman Allah Ta’ala yang disampaikan kepada Nabi Musa a.s, kemudian disampaikan lagi kepada Isa a.s dan Nabi Muhammad s.a.w? Dan kita tidak akan pernah menyebut para rasul YML tersebut sebagai pembajak, penjiplak dan pencontek firman Allah yang diturunkan dari kitab sebelumnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Para pihak yang belum mengenal Ahmadiyah sering mengatakan bahwa Kitab Tadzkirah adalah kitab sucinya Jemaat Ahmadiyah karena di halaman depan kitab itu tertulis &#8220;wahyu muqaddas&#8221; (wahyu suci), dan karena<br />
dalam kitab ini banyak memuat wahyu-wahyu suci dari Allah yang diterima oleh Mirza Ghulam Ahmad dan wahyu-wahyu suci itu kemudian dikumpulkan menjadi sebuah kitab, maka Tadzkirah memang layak dinamakan sebagai <span> </span>kitab Suci, dan kalau tidak dikumpulkan menjadi sebuah kitab maka wahyu-wahyu itu tidaklah suci. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Memang benar, pada halaman pertama Kitab (Buku) Tadzkirah terdapat tulisan &#8220;wahyu muqaddas&#8221; dan setiap Muslim yang suka belajar pasti mengerti bahwa semua wahyu yang berasal dari Allah Ta&#8217;ala adalah wahyu<br />
muqaddas (wahyu suci). Wahyu dari Allah yang diterima oleh para nabi adalah wahyu suci. Wahyu dari Allah yang diterima oleh perempuan (Siti Maryam dan ibundanya Nabi Musa a.s.) adalah wahyu suci. Wahyu dari<br />
Allah yang diterima oleh laki-laki yang bukan nabi (para <span class="yshortcuts">sahabat Nabi Isa</span> a.s.) adalah wahyu suci. Wahyu dari Allah yang diterima oleh binatang (Lebah) adalah wahyu suci. Wahyu dari Allah yang diterima oleh para wali (Imam Syaafi&#8217;i r.h., Imam Ahmad bin Hanbal r.h., Syekh Muhyiddin ibn Arabi r.h., Syekh Abdul Qadir al-Jaelani r.h., dan<br />
lain-lain) adalah wahyu suci. Demikian pula dengan wahyu dari Allah Ta&#8217;ala yang diterima oleh Mirza Ghulam Ahmad a.s. adalah wahyu suci. Semua wahyu dari Allah Ta&#8217;ala kepada hamba yang dikehendaki- Nya tidak<br />
akan pernah berhenti, karena Allah adalah Mutakallim (Maha Berkata-kata). Karena para pihak yang<span> </span>memusuhi berusaha mengatakan bahwa wahyu-wahyu suci (wahyu muqaddas) yang diterima oleh Mirza Ghulam Ahmad dan kemudian dikumpulkan dalam suatu buku (Buku Tadzkirah) harus dinamakan sebagai kitab suci, dan jika tidak dinamakan sebagai kitab suci, maka wahyu-wahyu itu tidak suci. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Logika yang keliru seperti itu jelas timbul dari kurangnya pengetahuan dan bertentangan<span> </span>dengan fakta yang ada. Kanjeng Sayyidina Rasulullah s.a.w. banyak menerima wahyu-wahyu<span> </span>suci (wahyu muqaddas) dari Allah Ta&#8217;ala yang kemudian dikumpulkan dalam suatu buku namun TIDAKdinamakan sebagai KITAB SUCI oleh umat Islam. Wahyu-wahyu suci itu dikenal dengan nama HADITS QUDSI (Hadits Suci), dan wahyu-wahyu suci itu bukanlah bagian dari Al-Qur&#8217;an.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Apakah para pihak yang memusuhi Ahmadiyah itu berani mengatakan wahyu-wahyu suci<span> </span>Hadits Qudsi) yang diterima oleh Rasulullah s.a.w. dan dikumpulkan oleh orang-orang Islam ke<span> </span>alam suatu buku kemudian dinamakan sebagai KITAB SUCI? Tentu jawaban mereka adalah: Ya, Hadits Qudsi bukanlah kitab suci…&#8221; Demikian pula jawaban soal Tadzkirah, bagi Jemaat Ahmadiyah kitab Tadzkirah bukanlah Kitab Suci, dan kitab sucinya Jemaat Ahmadiyah adalah<span> </span>Al-Qur&#8217;an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s.a.w.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Perbedaan Al-Quran terbitan Jemaat Ahmadiyah dibandingkan beberapa naskah Al-Quran terbitan yang lain terletak pada penomoran ayat. Jemaat Ahmadiyah memulai penomoran ayat dari “Bismillah&#8230;” sebagaimana hadits </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.: “Nabi s.a.w. tidak mengetahui pemisahan antara <em>Surah </em>itu sehingga B<em>ismillahirrahmaanirrahiim </em>turun kepadanya.” (H. R<em>. Abu Daud</em>, <em>“Kitab Shalat</em>”, dan <em>Al-Hakim </em>dalam <em>“Al-Mustadrak”</em>)</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Bagaimana sesungguhnya pandangan <span class="yshortcuts">Hazrat Mirza Ghulam Ahmad</span> a.s terhadap Alquran suci dan nabi Muhammad s.a.w.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Sub judul : YANG MENDAPAT KEMULIAAN DILANGIT (hal.20, buku Bahtera Nuh)<br />
Ada pula bagimu sekalian suatu ajaran yang penting, yaitu kamu hendaknya jangan meninggalkan Alquran sebagai benda yang dilupakan; sebab, justru didalam Alquran lah terdapat kehidupanmu. Barang siapa memuliakan Alquran ia akan memperoleh kemuliaan dilangit. Barang siapa lebih mengutamakan Alquran dari segala Hadis dan dari segala ucapan lain, akan diutamakan dilangit. Bagi umat manusia diatas permukaan bumi ini, kini tidak ada Kitab lain kecuali Alquran dan bagi seluruh bani Adam kini tidak ada seorang rasul juru safaat selain Muhammad Mustafa s.a.w. Maka berusahalah untuk menaruh kecintaan yang setulus-tulusnya kepada Nabi agung itu dan janganlah meninggikan seseorang selain beliau dalam segi apapun. Agar dilangit kamu dicatat, didaftar orang-orang yang memperoleh keselamatan. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-0.25in;margin:0 0 0.0001pt 0.5in;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;">Di halaman 40 buku Bahtera Nuh, <span class="yshortcuts">Hazrat Mirza Ghulam Ahmad</span> a.s juga menulis dengan sub judul “KETINGGIAN ALQURAN”. didalam Alquran terdapat larangan untuk beribadah kepada sesuatu selain Tuhan: terlarang untuk menyembah manusia, hewan, matahari, bulan, dan sesuatu planit lain; begitu pula terlarang untuk memuja sarana-sarana duniawi dan dirimu sendiri. Oleh karena itu, berhati-hatilah dan janganlah melangkahkan kaki biarpun hanya selangkah tetapi bertentangan dengan ajaran Tuhan dan petunjuk Alquran. Aku berkata dengan sesungguh-sungguhny a, bahwa barangsiapa mengabaikan suatu perintah sekecil-kecilnya diantara sejumlah tujuh ratus buah perintah Alquran, ia menutup pintu keselamatan bagi dirinya sendiri dengan tangannya sendiri.<br />
Maka bacalah Alquran dengan seksama dan hendaklah kamu sangat mencintainya dan dengan demikian rupa cintanya sehingga kamu belum pernah mencintai sesuatu yang lain dari itu, karena sebagaimana Tuhan berfirman kepadaku bahwa segala macam kebaikan terdapat didalam Alquran, itu sungguh benar. Alangkah sayangnya orang-orang yang lebih mengutamakan sesuatu selain Alquran. Sumber segala kebahagian dan keselamatan bagimu terdapat didalam Alquran. Di bawah kolong langit ini tidak ada sebuah kitabpun yang secara langsung dapat memberi petunjuk-petunjuk kepadamu kecuali Alquran. Allah Ta’ala telah berkenan berbuat banyak kebajikan kepadamu dengan menganugerahkan kepadamu sebuah Kitab Suci seperti Alquran. Jika sekiranya Alquran tidak diturunkan, maka seantero dunia tidak ubahnya hanya laksana segumpal daging yang menjijikan belaka. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Muhasrul itulah ajaran <span class="yshortcuts">Hazrat Mirza Ghulam Ahmad</span> a.s kepada murid-murid beliau yang terdapat dalam buku Bahtera Nuh yang katakanya anda juga punya. Mengapa anda masih ngotot dengan Tazkirah dan ingin memaksakan kitab suci Ahmadiyah adalah Tazkirah? Mengapa <span class="yshortcuts">mata</span> anda anda butakan atas fakta ini. Mengapa hati anda anda bengkokkan atas kebenaranan ini?</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kodokpurba.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kodokpurba.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kodokpurba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kodokpurba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kodokpurba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kodokpurba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kodokpurba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kodokpurba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kodokpurba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kodokpurba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kodokpurba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kodokpurba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kodokpurba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kodokpurba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kodokpurba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kodokpurba.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=15&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/al-quran-suci-vs-tazdkirah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c7c6b94eebca276b6d87218e563600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AL Masih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuduhan-tuduhan Terhadap Ahmadiyah dan Ghulam Ahmad</title>
		<link>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/tuduhan-tuduhan-terhadap-ahmadiyah-dan-ghulam-ahmad/</link>
		<comments>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/tuduhan-tuduhan-terhadap-ahmadiyah-dan-ghulam-ahmad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 13:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Mahdi Kedatangan Imam Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodokpurba.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Tuduhan-tuduhan Terhadap Ahmadiyah dan Ghulam Ahmad Dalam Bayan DSP PKS Nomor: 17/B/K/DSP-PKS/1429 Tentang Ahmadiyah yang bisa di baca di link http://www.pksjogja.or.id/bayan-dsp-pks-nomor-17bkdsp-pks1429-tentang-ahmadiyah/ , PKS ternyata juga ikut-ikutan melakukan fitnah terhadap AHMADIYAH. “Ahmadiyah atau Al-Qadiyaniyah adalah aliran keagamaan yang dibidani oleh penjajah Inggris bertujuan agar umat Islam tidak melakukan jihad menentang koloni terhadap Inggris”. Tahun 2006, buku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=14&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><strong>Tuduhan-tuduhan Terhadap Ahmadiyah dan Ghulam Ahmad <span> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Dalam Bayan DSP PKS Nomor: 17/B/K/DSP-PKS/1429 Tentang Ahmadiyah yang bisa di baca di link http://www.pksjogja.or.id/bayan-dsp-pks-nomor-17bkdsp-pks1429-tentang-ahmadiyah/ , PKS ternyata juga ikut-ikutan melakukan fitnah terhadap AHMADIYAH. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 22.5pt 0.0001pt 0.5in;"><strong><span style="font-size:10pt;">“Ahmadiyah atau Al-Qadiyaniyah adalah aliran keagamaan yang dibidani oleh penjajah Inggris bertujuan agar umat Islam tidak melakukan <span class="yshortcuts">jihad</span> menentang koloni terhadap Inggris</span></strong><span style="font-size:10pt;">”.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Tahun 2006, buku Dr. Ihsan Ilahi Zahir berjudul <em>Al Qadiyaniyah, dirasat wa tahlil</em>, diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Drs. Asmuni. Judulnya <em>‘Mengapa Ahmadiyah Dilarang?’</em> diikuti oleh dua baris judul kecil, <em>Fakta sejarah dan I’tiqadnya (Dirujuk dari 91 buku-buku Ahmadiyah)</em>. Dalam bukunya dia juga menyebut tentang Ghulam Ahmad dalam buku itu Ihsan Ilahi Zhahir menulis bahwa </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 22.5pt 0.0001pt 0.5in;"><span style="font-size:10pt;">“Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span> pernah menyampaikan pengakuan dalam sebuah pidato yang beliau sajikan untuk Ratu Britania ketika mengadakan lawatan ke <span class="yshortcuts">India</span>. Konon pengakuan itu berisi pernyataan Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span> bahwa semua yang beliau terima adalah berkah dari penjajah Britania. (lihat, <em>Mengapa Ahmadiyah Dilarang?</em> Halaman 3, baris ke 15 dari atas)”.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 22.5pt 0.0001pt 0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Tujuan Ihsan Ilahi Zhahir mengemukakan ‘peristiwa’ itu tentu untuk membuktikan kedekatan Ahmadiyah dengan pemerintah Inggris, sekaligus mengesahkan tuduhan bahwa Ahmadiyah <span class="yshortcuts">itu</span> boneka buatan Inggris untuk ‘mengobok-obok’ Islam dan merusak akidah Islam. Peristiwa itu juga dijadikan dasar untuk menuduhkan bahwa kenabian Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span> itu adalah gelar yang disematkan oleh pemerintah Inggris kepada beliau.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Jemaat Ahmadiyah tentu sangat <em>‘concern’</em> akan masalah ini. Untuk membuktikan ada tidaknya pertemuan yang disebut-sebut itu, pihak Ahmadiyah berupaya untuk melakukan pengumpulan data secara fair dengan cara menghubungi langsung pemerintah Inggris. Tentu saja agenda perjalanan seorang Ratu, adalah catatan sejarah yang penting dan Negara manapun tidak akan dengan begitu saja mengabaikan pencatatannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Pejabat pemerintah Inggris, dalam hal ini petugas arsip kerajaan, melalui surat yang ditanda tangani oleh Sheila De Bellaigue, Deputy Registrar mengungkapkan bahwa Ratu Victoria tidak pernah berkunjung ke India; Dan tidak ada keluarga kerajaan yang berkunjung ke India antara tahun 1835 dan 1908 dalam kedudukannya sebagai Raja atau Ratu (masa masa kelahiran Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad hingga kewafatan beliau); Tidak ada catatan adanya pertemuan antara keluarga kerajaan Inggris dengan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dan terakhir tidak ada catatan tentang Ahmadiyah di dalam arsip kerajaan Inggris. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Dengan begitu, jelas bahwa bangunan yang hendak ditegakkan oleh Ihsan Ilahi Zhahir dan hendak dipertontonkannya ke seluruh dunia, bahwa Ahmadiyah adalah antek-antek Inggris ternyata dibangun diatas pondasi kebohongan dengan mereka-reka suatu pertemuan fiktif.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Pernyataan al Ustadz Allamah As Sayyid Muhammad Al_Muntasir Al Kattani, mantan kepala bagian Ilmu-ilmu Al Qur’an dan Sunnah Fakultas Syari’ah Universitas Damaskus, mantan Guru Besar bidang Fikih Maliki dan Kebudayaan Islam di Universitas Ar-Ribath Maghribi, dan anggota Panitia Ensiklopedi Fikih Islam di Universitas Damaskus serta Guru Besar bidang Hadits dan FIkih di dua fakultas Syari’ah dan Ushuluddin di Universitas Islam Madinah Munawwarah, bahwa Ghulam Ahmad Al-Qadiani adalah seorang budak hina dari budak Britania yang menjual kepada mereka agama, kemuliaan, akal, kehidupan, dan menyebarkan semua dalam buku-buku, risalah-risalah, dan makalah-makalah yang dia namai wahyu kenabian dan agama … kenabian yang dikukuhkan oleh para tokoh penjajah, … (lihat, <em>Mengapa Ahmadiyah Dilarang</em>, halaman xv).</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">Ini adalah kebohongan besar. Sebab dalam tulisan itu telah dinyatakan perbuatan beberapa pihak. Pertama, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah bertemu dengan Ratu Britania dan menyampaikan pidato dihadapannya. Dan pidato itu berisi sebuah pengakuan. Kedua, bahwa Ratu Britania telah berkunjung ke India dan telah bertemu dengan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad serta mendengarkan pengakuannya. Ketiga, telah mendengar pidato itu dan menyaksikan kedua belah pihak itu bertemu, atau telah membaca sebuah buku yang melaporkan peristiwa tersebut. Jadi bila itu merupakan kebohongan, maka jumlah kebohongannya sedikitnya sebagai berikut:</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Berbohong      bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah bertemu Ratu Britania.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Berbohong      bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah menyampaikan pidato dihadapan Ratu      Britania.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Berbohong      bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah mengemukakan pengakuan atas      jasa-saja Ratu Britania.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Berbohong      bahwa Ratu Britania telah berkunjung ke India padahal tidak pernah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Berbohong      bahwa Ratu Britania telah bertemu dengan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad di      suatu tempat di India.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Berbohong      bahwa Ratu Britania telah mendengar secara langsung pengakuan Hadhrat      Mirza Ghulam Ahmad.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Telah      berbohong menyaksikan peristiwa itu [seandainya ia mengaku telah      menyaksikan peristiwa itu, sebab di dalam bukunya tidak dikatakan dengan      jelas apakah ia melihat sendiri, atau mendengar dari orang lain, atau      membaca tulisan orang lain].</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Telah      berbohong membaca buku yang mencatat peristiwa itu.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Berbohong      bahwa seseorang telah menulis laporan tentang peristiwa tersebut.</span><span style="font-size:10pt;"> </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><strong><span style="font-size:10pt;">Hal yang lebih menggelikan adalah pernyataan bahwa syahadat Ahmadiyah adalah mengakui Ghulam Ahmad sebagai pengganti YML Rasulullah s.a.w </span></strong><span style="font-size:10pt;"><span> </span>sebagaimana bayak diucapkan oleh Amin Jamaluddin sebagai Ketua LPPI (http://www.hizbut-tahrir.or.id/2008/01/17/menjawab-kebohongan-ahmadiyah/). Ghulam Ahmad sendiri menulis: Berkenaan dengan dua kalimah Syahadat, beliau menulis, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Inti dari kepercayaan saya adalah: Laa Ilaaha Illallahu, Muhammadur-Rasulull ahu (<span style="text-decoration:underline;">Tiada Tuhan selain Allah,</span> Muhammad adalah utusan Allah). Kepercayaan kami yang menjadi pergantungan dalam hidup ini, dan yang padanya kami, dengan rahmat dan karunia Allah, berpegang sampai saat terakhir dari hayat kami di bumi ini ialah: Sayyidina Maulana Muhammad SAW adalah Khataman Nabiyyin dan Khairul Mursalin, yang termulia dari antara nabi-nabi. Ditangan beliau hukum syari&#8217;at telah disempurnakan. Karunia yang sempurna ini pada waktu sekarang adalah satu-satunya penuntun ke jalan yang lurus dan satu-satunya sarana untuk mencapai &#8216;kesatuan&#8217; dengan Tuhan Yang Mahakuasa.&#8221; (<em>Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span></em>, Izalah Auham, <span style="text-decoration:underline;">1891: 137).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Pernyataan tentang syahadat Jemaat Ahmadiyah ini dapat dilihat dalam situs resmi Ahmadiyah International<span> </span>(</span><a href="http://www.alislam.org/books/religiousknowledge/sec1.html#kalima"><span style="font-size:10pt;">http://www.alislam.org/books/religiousknowledge/sec1.html#kalima</span></a><span style="font-size:10pt;">) dan juga di situs Ahmadiyah Indonesia (</span><a href="http://www.ahmadiyya.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=215&amp;Itemid=1"><span style="font-size:10pt;">http://www.ahmadiyya.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=215&amp;Itemid=1</span></a><span style="font-size:10pt;">). Sehingga hal yang berhubungan dengan syahadat bagi muslim Ahmadiyah sudahlah sangat jelas, yaitu Bertuhan Kepada Allah taala, dan mengakui Muhammad bin Abdullah sebagai rasulNya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Tuduhan lainnya yang dialamatkan kepada Ghulam Ahmad adalah membajak Al-Quran. Bayan DSP PKS Nomor: 17/B/K/DSP-PKS/1429 Tentang Ahmadiyah dinyatakan sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><strong><span style="font-size:10pt;">Tadzkirah adalah kitab suci Ahmadiyah isinya penuh dengan kebohongan dan kedustaan</span></strong><span style="font-size:10pt;">. Sebagian besarnya berupa pembajakan dan pemalsuan dari Al-Qur&#8217;an. Di antara kedustaan dan pemalsuan isi kitab tadzkirah antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;"><span style="font-size:10pt;">-Tadzkirah hal 43 membajak<span> </span>Al-Qur&#8217;an surat al-Anfal 17. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;"><span style="font-size:10pt;">-Tadzkirah<span> </span>hal 342 (Haqiqatul Wahyi hal 71) membajak Al-Qur&#8217;an surat As-Shaff 9.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;"><span style="font-size:10pt;">- point <span> </span>3 tentang pokok keyakinan Ahmadiyah versi PKS yaitu Ahmadiyah menyakini bahwa kitab Tadzkirah sama sucinya dengan kitab al-Qur&#8217;an</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Pembahasan tentang ini secara lebih detil akan dijelaskan dalam point 8. Al-Quran suci vs Tazdkirah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><strong><span style="font-size:10pt;">Point 4 dalam tuduhan PKS, yang juga dinyatakan oleh Amin Jamaluddin, yaitu Ahmadiyah memiliki tempat suci sendiri yaitu di Qadian India.</span></strong><span style="font-size:10pt;"> Mungkin istilah PKS tentang tempat suci cukup halus, tetapi Amin Jamaluddin menfitnah lebih keras dengan menyebutkan Ahmadiyah naik haji ke Qadian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Soal haji ini Ghulam Ahmad menulis:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 49.5pt 0.0001pt 0.5in;"><span style="font-size:10pt;">“Maka, wahai sekalian orang yang merasa dirinya tergolong dalam jemaatku! Kamu sekalian di langit baru akan tergolong dalam warga jemaatku, setelah kamu sekalian benar-benar melangkahkan kakimu pada jalan ketaqwaan. Oleh karena itu dirikanlah sembahyang kelima waktu dengan penuh rasa ketakutan dan pemusatan pikiran, seakan-akan kamu sekalian melihat wajah <em>Ilahi </em>di hadapanmu. Jalankanlah hari-hari puasamu karena Allah dengan penuh ketulusan. Setiap orang yang wajib membayar <em>zakat</em>, hendaklah ia melunasi <em>zakat</em>. Barangsiapa yang telah memenuhi syarat untuk menunaikan ibadah Haji, dan tidak ada yang menghalangi, hendaklah ia menunaikan ibadah Haji. Kerjakanlah segala amalan baik dengan cermat, dan tinggalkanlah perbuatan buruk disertai perasaan jengkel.” (<em>Kisyti Nuh</em>, hlm. 22-23)7</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Siapakah yang berhaji itu, dalam situs Ahmadiyah sangat jelas bahwa ibdah Haji Ahmadiyah adalah sama dengan ibadah haji umat Islam lainnya. Khalifah pertama Ahmadiyah bergelar Haji Alhakim Nuruddin, disebut haji setelah menjalankan kewajiban itu di bulan qurban (haji). Demikian pula Ahmadi lainnya, sebagian besar mubaligh Ahmadiyah di menjalani pendidikan di Qadian namun tidak bergelar Haji. Kakek saya  sepulang dari Qadian tidak disebut Haji, adalah bapak saya  yang kemudian menjadi Haji setelah pulang dari Mekkah walaupun tidak pernah ke Qadian. Saya bisa menyebutkan puluhan orang Ahmadi yang pulang dari Qadian dan bukan Haji, disamping saya bisa menyebutkan ratusan Ahmadi yang tidak pernah ke Qadian tetapi menjadi Haji sepulang dari Mekkah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Seiring dengan fatwa MUI dan Rabithah Al Islami, maka Jemaat Ahmadiyah dipersulit dalam melaksanakan Haji. Bapak saya yang tinggal di Makassar naik haji dengan menggunakan kloter dari Yogyakarta dsb. Padahal barang siapa mempersulit seorang muslim dalam ibadahnya tentunya bukanlah seorang muslim sebagaimana hadits YML saw berikut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 31.5pt 0.0001pt 27pt;"><span style="font-size:10pt;">“Seorang muslim adalah orang yang tidak merugikan muslim lainnya dengan lidah maupun dengan kedua tangannya.” (H. R<em>.Bukhari</em>) 8</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span class="yshortcuts"><strong><span style="font-size:10pt;">Fitnah point 6 berbunyi “Mirza Ghulam Ahmad</span></strong></span><strong><span style="font-size:10pt;"> menyakini bahwa ajarannya yang benar, bagi mereka yang tidak masuk Ahmadiyah maka mereka adalah sesat dan akan masuk neraka Jahannam”.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Barangkali fitnah ini dilatarbelakangi istilah “kafir” bagi orang yang tidak mengakui Ghulam Ahmad sebagai Al Masih yang dijanjikan, sebagaimana di klaim banyak Ahmadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span> </span>Perlu dijelaskan disini tentang istilah “kafir” yaitu t</span><span>idak selamanya sebutan </span><em><span>kafir </span></em><span>ditujukan kepada orang yang mengingkari Tuhan, nabi, rasul, kitab, dan sebagainya. Ternyata istilah itu beragam </span><span style="font-size:10pt;">pemakaiannya. Contohnya sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;">Rasulullah </span></em><span style="font-size:10pt;">s.a.w. bersabda: “Janganlah kamu menjadi <em>kafir </em>di belakangku, sehingga sebagian dari kamu memancung leher yang lain.” (<em>Misykat </em>Jilid 1, hlm. 37)3</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Dalam <em>Hadits </em>ini yang dimaksud <em>kafir </em>oleh <em>Rasulullah </em>s.a.w.adalah orang-orang mukmin agar jangan saling memerangi, sebab perbuatan demikian disebut <em>kafir</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Selanjutnya <em>Rasulullah </em>s.a.w. bersabda: “Siapa di antara budak-budak yang lari meninggalkan tuannya,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">maka sesungguhnya ia telah menjadi <em>kafir </em>sebelum ia kembali kepada tuan mereka.” (H. R<em>. Muslim</em>, jld. 1, hlm. 37)4</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">“Ada dua sifat yang masih terdapat di kalangan umatku, mereka masih <em>kafir </em>dalam dua sifat itu, yakni mencela kebangsaan orang lain dan meratapi mayit.” (H. R<em>. Muslim</em>, jld.1, hlm. 37)5</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">“Perjanjian teguh yang membedakan kita dengan mereka (orang-orang <em>kafir </em>dan <em>musyrik</em>) adalah sembahyang, maka barangsiapa meninggalkan sembahyang niscaya <em>kafir</em>-lah dia.” (<em>Misykat</em>, hlm. 58)6</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Jadi, apabila ada sebutan <em>kafir</em>, maka yang dimaksud tak lain hanya menyatakan, tanpa sekelumit pun rasa benci atau tidak bersahabat, bahwa orang itu tidak beriman dan mengingkari kebenaran seorang nabi atau rasul. Dalam kaitan ini, perhatikanlah dengan cermat tulisan Pendiri Jemaat Ahmadiyah berikut ini:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">“Cobalah perhatikan kebohongan para alim-ulama, betapa mereka menuduh kami telah meng<em>kafir</em>kan dua ratus juta kaum muslimin, padahal bukanlah kami yang memulai hal ini, bahkan para ulamalah yang mula-mula meng<em>kafir</em>kan kami dan mereka pulalah yang telah menimbulkan kiamat dengan menghamburkan fatwa-fatwa meng<em>kafir</em>kan kami, dan dengan fatwa-fatwa itu mereka telah menimbulkan kegemparan di seluruh India &#8230;” (<em>Haqiqatul Wahyi</em>, hlm.120-121)7</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Sekarang akan disampaikan bukti bahwa para ulama Islam di Hindustan-lah yang pertama kalinya meng<em>kafir</em>kan Hz. Mirza Ghulam Ahmad dan Jemaat Ahmadiyah. Selain itu, menurut Jemaat Ahmadiyah, <em>kafir </em>ada 2 macam. Mengingkari nabi <em>tasyri&#8217;i </em>(nabi pembawa <em>syari’at</em>) adalah lain halnya dengan mengingkari nabi <em>ummati </em>(nabi pengikut <em>syari’at</em>). Karena <em>Rasulullah </em>s.a.w. adalah nabi pembawa <em>syari’at</em>, maka mengingkari Islam atau mengingkari <em>Rasulullah </em>s.a.w., secara langsung dapat membuat seseorang itu menjadi <em>kafir</em>, artinya menjadi non-Muslim. Dalam kondisi di mana seseorang menerima Nabi Muhammad s.a.w. sebagai <em>Rasulullah </em>dan <em>Al- Qur’an </em>sebagai <em>Kalamullah</em>, namun ia mengingkari <em>Masih Mau’ud </em>(<em>Al-Masih </em>yang Dijanjikan), maka keingkarannya itu bukanlah suatu ke-<em>kafir</em>-an yang dapat membuatnya langsung menjadi non-Muslim. Karena <em>Masih Mau&#8217;ud </em>adalah nabi <em>ummati</em>, maka mengingkari beliau berarti membuat seseorang menjadi <em>kafir </em>(ingkar) terhadap nabi <em>ummati</em>. Sebagai anggota di dalam umat <em>Rasulullah </em>s.a.w., orang itu tetap disebut muslim, akan tetapi dia menjadi <em>kafir </em>dalam hal mengingkari <em>Masih Mau&#8217;ud</em>.12</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Mengingkari <em>Masih Mau&#8217;ud </em>bukanlah ke<em>kafir</em>an secara langsung, melainkan ke<em>kafir</em>an secara tidak langsung, sebagaimana halnya kenabian <em>Masih Mau&#8217;ud </em>itu adalah kenabian yang tidak langsung. Inilah yang merupakan ruh dari tulisan Pendiri Jemaat Ahmadiyah berikut ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 40.5pt 0.0001pt;"><span style="font-size:10pt;">“Poin ini perlu diingat bahwa menyatakan orang-orang yang mengingkari pendakwaannya sebagai <em>kafir </em>hanyalah ciri nabi-nabi yang membawa <em>syari’at </em>serta hukum-hukum baru dari Allah <em>Ta&#8217;ala</em>. Akan tetapi, selain daripada pembawa <em>syari’at</em>, segenap <em>mulham </em>(penerima ilham) dan <em>muhaddats </em>(orang yang bercakap-cakap dengan Allah <em>Ta&#8217;ala</em>) &#8211; tidak perduli betapa mulia kedudukannya di sisi Allah dan memperoleh anugerah bercakap-cakap langsung dengan Allah &#8211; dengan mengingkari mereka tidak ada yang menjadi <em>kafir.</em>” (<em>Taryaqul Qulub</em>, catatan kaki hlm. 130, <em>Ruhani Khazain </em>jld. 15, cat. kaki hlm. 432)13</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kodokpurba.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kodokpurba.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kodokpurba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kodokpurba.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kodokpurba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kodokpurba.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kodokpurba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kodokpurba.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kodokpurba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kodokpurba.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kodokpurba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kodokpurba.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kodokpurba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kodokpurba.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kodokpurba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kodokpurba.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=14&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/tuduhan-tuduhan-terhadap-ahmadiyah-dan-ghulam-ahmad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c7c6b94eebca276b6d87218e563600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AL Masih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ghulam Ahmad Memuliakan Rasulullah saw</title>
		<link>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/ghulam-ahmad-memuliakan-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/ghulam-ahmad-memuliakan-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 13:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Mahdi Kedatangan Imam Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodokpurba.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[2. Ghulam Ahmad Memuliakan Rasulullah saw Tuduhan dari sekelompok ulama yang menyatakan bahwa Ghulam Ahmad r.a, adalah menghina YML Rasulullah saw adalah tidak benar. Demikian juga tuduhan bahwa Ahmadiyah adalah antek Inggris dan didirikan untuk kepentingan kolonial Inggris. Jemaat Ahmadiyah berkeyakinan bahwa nabi Muhammad saw adalah khataman nabiyyin. Pendiri Jemaat Ahmadiyah menulis, &#8220;Tuduhan yang dilontarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=13&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoListParagraph" style="margin-top:1pt;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Ghulam Ahmad Memuliakan Rasulullah saw</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tuduhan dari sekelompok ulama yang menyatakan bahwa Ghulam Ahmad r.a, adalah menghina YML Rasulullah saw adalah tidak benar. Demikian juga tuduhan bahwa Ahmadiyah adalah antek Inggris dan didirikan untuk kepentingan kolonial Inggris.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Jemaat Ahmadiyah berkeyakinan bahwa nabi Muhammad saw adalah khataman nabiyyin. Pendiri Jemaat <span style="text-decoration:underline;">Ahmadiyah</span> menulis, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Tuduhan yang dilontarkan terhadap diri saya dan terhadap Jamaah saya bahwa kami tidak mempercayai Rasulullah Muhammad SAW sebagai Khataman Nabiyyin merupakan kedustaan besar yang dilontarkan kepada kami. Kami meyakini Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai Khatamul Anbiya dengan begitu kuat, yakin, penuh makrifat dan bashirat, yakni  seperseratus ribu dari yang itupun tidak dilakukan oleh orang-orang lain. Dan memang tidak demikian kemampuan mereka. Mereka tidak memahami hakikat dan rahasia yang terkandung di dalam Khatamun Nubuwat Sang Khatamul Anbiya. Mereka hanya mendengar sebuah kata dari tetua mereka, tetapi tidak tahu menahu tentang hakikatnya. Dan mereka tidak tahu apa yang dimaksud dengan Khatamun Nubuwat – yakni apa makna mengimaninya. Namun kami, dengan penuh bashirat (Allah Taala yang lebih tahu) meyakini Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai Khatamul Anbiya. Dan Allah Taala telah membukakan pintu hakikat Khatamun Nubuwwat kepada kami sedemikian rupa, yakni dari serbat irfan yang telah diminumkan kepada kami itu kami mendapat suatu kelezatan khusus yang tidak dapat diukur oleh siapapun kecuali oleh orang-orang yang memang telah kenyang minum dari mata air ini juga.&#8221; (<em>Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span>,</em> Malfuzhat, jld. I, halaman 342)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Dengan sungguh-sungguh saya percaya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Khatamul Anbiya. Seorang yang tidak percaya pada Khatamun Nubuwwah beliau (Rasulullah SAW), adalah orang yang tidak beriman dan berada diluar lingkungan Islam.&#8221; (<em>Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span></em>, Taqrir Wajibul I&#8217;lan, 1891).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Martabat luhur yang diduduki junjungan dan penghulu kami, yang terutama dari semua manusia, nabi yang paling besar, Hadhrat Khatamun Nabiyyin SAW telah berakhir dalam diri beliau yang di dalamnya terhimpun segala kesempurnaan dan yang sebaliknya tak dapat dicapai manusia.&#8221; (<em>Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span></em>, Taudhih Maram, 1891 hal. 23)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Yang dikehendaki Allah supaya kita percaya hanyalah ini, bahwa Dia adalah Esa dan Muhammad SAW adalah Nabi-Nya, dan bahwa beliau adalah Khatamul Anbiya dan lebih tinggi dari semua makhluk.&#8221; (<em>Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span></em>, Kisti Nuh, tahun 1902, halaman 15).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Untuk sampai kepada-Nya semua pintu telah tertutup, kecuali sebuah pintu yang dibukakan oleh <span class="yshortcuts">Qur&#8217;an</span> Majid dan semua kenabian dan semua kitab-kitab yang terdahulu tidak perlu lagi diikuti, sebab kenabian Muhammadiyah, mengandung dan meliputi kesemuanya itu. Selain ini semua jalan tertutup. Semua jalan yang membawa kepada Tuhan terdapat di dalamnya. Sesudahnya tidak akan datang kebenaran baru, dan tidak pula sebelumnya ada suatu kebenaran yang tidak terdapat di dalamnya. Sebab itu, diatas kenabian ini habislah semua kenabian. Memang sudah sepantasnya demikian sebab sesuatu yang ada permulaannya, tentu ada pula kesudahannya.&#8221; (<em>Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span></em>, <span style="text-decoration:underline;">Al Wasiyat</span>, JAI 2006, hal. 24).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sesudah Nabi Muhammad SAW, tidak boleh lagi mengenakan istilah Nabi kepada seseorang, kecuali bila ia lebih dahulu <span style="text-decoration:underline;">menjadi</span> seorang ummati dan pengikut dari Nabi Muhammad SAW.&#8221; (<em>Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span></em>, Tajalliyati Ilahiyah, 1906, hal. 9)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> &#8220;Semua pintu kenabian telah tertutup kecuali pintu penyerahan seluruhnya kepada Nabi Muhammad SAW dan pintu fana seluruhnya kedalam beliau.&#8221; (<em>Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span></em>, Ek Ghalti ka Izalah, 1901, hal.</span> 3).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span> sangat mencintai Rasulullah Muhammad SAW, berkenaan dengan kecintaan dan <span style="text-decoration:underline;">kesediaan</span> beliau mengorbankan jiwa raga demi kemuliaan Rasulullah Muhammad SAW beliau menulis, &#8220;Saya katakan dengan sejujur-jujurnya bahwa kami dapat berdamai dengan ular berbisa dan <span style="text-decoration:underline;">serigala</span> buas, tetapi kami tak dapat berkompromi dengan orang yang melakukan serangan-serangan keji terhadap Nabi Muhammad yang kami cintai, orang yang lebih kami hargakan dari kehidupan kami dan orang tua kami.&#8221; (<em>Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span></em>, Paighami Sulh, 1908 hal. 30).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Sekiranya orang-orang ini menyembelih anak-anak kami didepan mata kami dan mencincang apa-apa yang kami cintai sampai berkeping-keping dan membuat kami mati dengan hina dan malu dan merampas semua harta dunia kami, maka demi Tuhan, semua itu tidak akan begitu menyakitkan hati kami seperti yang kami alami atas cacian dan hinaan yang dilancarkan kepada Nabi kami, Muhammad SAW.&#8221; (<em>Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span></em>, Aina Kamalati Islam, 1893, hal. 52).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8220;Aku menyaksikan suatu kehebatan dalam wajahmu yang bersinar cemerlang, yang melebihi semua sifat manusia lain. Pada wajahnya tampak Tuhan Muhaimin dan seluruh keadaannya bagaikan cermin. Yang menampakkan keindahan sifat Ilahi dan kebesarannya sungguh menyilaukan. Ia mengungguli seluruh manusia dengan kemampuan, kesempurnaan dan keelokannya dan kehebatan serta dalam kesegaran jiwanya. Sedikitpun tidak diragukan lagi, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah terbaik diantara seluruh makhluk. Paling mulia diantara yang mulia dan inti orang-orang yang terpilih. Segala sifat yang terbaik dan terpuji, pada diri beliaulah puncaknya. Anugerah nikmat yang ada pada setiap zaman, telah berakhir dalam dirinya. Beliau adalah yang terbaik dari semua orang yang mendapat Qurb Ilahi sebelumnya. Keunggulan beliau karena kebaikan-kebaikan, bukan karena zaman. Wahai Tuhanku, <span style="text-decoration:underline;">turunkanlah</span> berkat-berkat kepada Nabi-Mu abadi selamanya, di dunia ini dan di hari kebangkitan kedua.&#8221; (<em>Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span></em>, Aina Kamalaati Islam, halaman 594-596).</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kodokpurba.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kodokpurba.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kodokpurba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kodokpurba.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kodokpurba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kodokpurba.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kodokpurba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kodokpurba.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kodokpurba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kodokpurba.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kodokpurba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kodokpurba.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kodokpurba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kodokpurba.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kodokpurba.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kodokpurba.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=13&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/ghulam-ahmad-memuliakan-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c7c6b94eebca276b6d87218e563600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AL Masih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Ahmadiyah Itu</title>
		<link>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/apakah-ahmadiyah-itu/</link>
		<comments>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/apakah-ahmadiyah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 13:34:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Mahdi Kedatangan Imam Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodokpurba.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[2. Apakah Ahmadiyah Itu (http://www.alislam.org/introduction/index.html) Ahmadiyah adalah sebuah Jamaah Islam yang didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad pada tahun 1889 Masehi/ 1306 Hijriah, di Qadian India. Dan beliau mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi dan al Masih yang dijanjikan kedatangannya oleh Nabi Muhammad SAW. Jemaat Ahmadiyah bukan sebuah agama baru. Jemaat Ahmadiyah bekerja untuk menghidupkan Agama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=12&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-top:1pt;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Apakah Ahmadiyah Itu (</span></strong><a href="http://www.alislam.org/introduction/index.html"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">http://www.alislam.org/introduction/index.html</span></strong></a><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">)</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ahmadiyah adalah sebuah Jamaah Islam yang didirikan oleh Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span> pada tahun 1889 Masehi/ 1306 Hijriah, di Qadian India. Dan beliau mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi dan al Masih yang dijanjikan kedatangannya oleh Nabi Muhammad SAW.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Jemaat Ahmadiyah bukan sebuah agama baru. Jemaat Ahmadiyah bekerja untuk menghidupkan Agama Islam dan menegakkan syari&#8217;at Islam. Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span> menulis, &#8220;Wahai kalian yang bermukim di muka bumi dan wahai jiwa semua yang ada di barat atau di timur, aku maklumkan secara tegas bahwa kebenaran hakiki di dunia ini hanyalah Islam, Tuhan yang benar adalah Allah sebagaimana yang terdapat di dalam Al <span class="yshortcuts">Qur&#8217;an</span>, sedangkan Rasul yang memiliki hidup keruhanian yang abadi dan sekarang bertahta diatas singgasana keagungan dan kesucian adalah wujud terpilih Muhammad SAW. ( Rukhani Khazain, vol. 15, hal. 141); Dibawah kolong langit ini hanya ada satu Rasul dan satu Kitab. Rasul itu adalah Hadhrat Muhammad SAW yang lebih luhur dan agung serta paling sempurna dibanding semua Rasul . . . Kitab tersebut adalah Al Quran yang merangkum bimbingan yang benar dan sempurna.&#8221; <span style="text-decoration:underline;">(Rukhani Khazain, vol. 1 hal. 557).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Jemaat Ahmadiyah berpegang teguh kepada Kitab Suci Al Quranul  Karim. Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span> menulis, &#8220;Keselamatan dan kebahagiaan abadi manusia adalah karena bisa bertemu dengan Tuhan-nya dan hal ini tidak akan mungkin dicapai tanpa mengikuti Kitab Suci Al <span class="yshortcuts">Qur&#8217;an</span>.&#8221; (Rukhani Khazain vol. 10 hal. 442); &#8220;Apa yang termaktub di dalam Al <span class="yshortcuts">Qur&#8217;an</span> merupakan wahyu utama dan mengatasi serta berada diatas semua wahyu-wahyu lainnya.&#8221; (Majmua Isytiharat, vol. 2 hal. 84); &#8220;Kitab Suci Al <span class="yshortcuts">Qur&#8217;an</span> merupakan sebuah mukjizat yang kapanpun tidak ada dan tidak akan pernah ada tandingannya.&#8221; (Malfuzhat, vol. III, hal. 57)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Berkenaan dengan dua kalimah Syahadat, beliau menulis, &#8220;&#8221;Inti dari kepercayaan saya adalah: Laa Ilaaha Illallahu, Muhammadur-Rasulull ahu (<span style="text-decoration:underline;">Tiada Tuhan selain Allah,</span> Muhammad adalah utusan Allah). Kepercayaan kami yang menjadi pergantungan dalam hidup ini, dan yang padanya kami, dengan rahmat dan karunia Allah, berpegang sampai saat terakhir dari hayat kami di bumi ini ialah: Sayyidina Maulana Muhammad SAW adalah Khataman Nabiyyin dan Khairul Mursalin, yang termulia dari antara nabi-nabi. Ditangan beliau hukum syari&#8217;at telah disempurnakan. Karunia yang sempurna ini pada waktu sekarang adalah satu-satunya penuntun ke jalan yang lurus dan satu-satunya sarana untuk mencapai &#8216;kesatuan&#8217; dengan Tuhan Yang Mahakuasa.&#8221; (<em>Hadhrat <span class="yshortcuts">Mirza Ghulam Ahmad</span></em>, Izalah Auham, <span style="text-decoration:underline;">1891: 137)</span><em>.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dalam usia lebih dari 100 tahun, Jemaat Ahmadiyah <span style="text-decoration:underline;">telah</span> berkembang dan berada di hampir 200 negara di dunia dengan <span style="text-decoration:underline;">jumlah</span> anggota lebih dari 200 juta jiwa. Dalam upaya menegakkan agama Islam dan menyebarkan syiar Islam keseluruh dunia. Jemaat Ahmadiyah mendapat dana dari pengorbana para anggota yaitu infaq/ iuran setiap anggota wajib membayar infaq/ iuran tiap bulannya sebesar 1/16 sampai dengan 1/3 dari pendapatan perbulan. Jemaat Ahmadiyah tidak pernah meminta atau menerima satu sen pun dana/ biaya dari luar: baik dari perorangan/ organisasi/ pemerintah/ Negara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dalam upaya menyebarkan agama Islam, Jemaat Ahmadiyah mengirimkan ribuan Da&#8217;i ke seluruh penjuru dunia; membangun ribuan masjid di berbagai penjuru dunia diantaranya Masjid Baitul Futuh, Morden London UK yang merupakan mesjid terbesar di Eropa Barat; <span style="text-decoration:underline;">menterjamahkan</span> Al <span class="yshortcuts">Qur&#8217;an</span> kedalam 100 bahasa di dunia sehingga seluruh bangsa dapat mempelajari secara langsung Kitab Suci tersebut; Mendirikan stasiun televisi MTA Internasional (MTA 1; MTA 2 dan MTA 3 Al Arabiyya) yang dipancarkan ke seluruh penjuru dunia 24 jam nonstop menggunakan tujuh buah satelit; melaksanakan bakti kemanusiaan melalui Humanity First tanpa memandang ras, agama, keyakinan maupun bangsa, termasuk membantu menanggulangi Tsunami di Aceh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Jamaah Ahmadiyah Internasional dipimpin oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V yang saat ini berkedudukan di <span class="yshortcuts">London</span>, Inggris. Dalam rangkaian muhibah pimpinan tertinggi Jamaah Ahmadiyah Internasional, tanggal 17-19 April 2008 Khalifah Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menghadiri pertemuan tahunan Ahmadiyah <span class="yshortcuts">Ghana</span> yang dihadiri oleh Presiden <span class="yshortcuts">Ghana</span>, Ageyaku Kufour, dan wakil Presiden, Alhaj <span class="yshortcuts">Aliu Mahama</span> dan pajabat-pejabat Negara lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Jemaat Ahmadiyah perpegang teguh kepada mottonya, <em>Love for All, Hatred for None</em> (Cinta kepada semua orang dan tiada kebencian kepada <span style="text-decoration:underline;">siapapun).</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kodokpurba.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kodokpurba.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kodokpurba.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kodokpurba.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kodokpurba.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kodokpurba.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kodokpurba.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kodokpurba.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kodokpurba.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kodokpurba.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kodokpurba.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kodokpurba.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kodokpurba.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kodokpurba.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kodokpurba.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kodokpurba.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=12&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/17/apakah-ahmadiyah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c7c6b94eebca276b6d87218e563600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AL Masih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>penjelasan mengenai RASUL / NABI ALLAH MASIH TERUS BISA DATANG</title>
		<link>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/16/penjelasan-mengenai-rasul-nabi-allah-masih-terus-bisa-datang/</link>
		<comments>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/16/penjelasan-mengenai-rasul-nabi-allah-masih-terus-bisa-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 15:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Mahdi Kedatangan Imam Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kodokpurba.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[2. Penjelasan mengenai RASUL / NABI ALLAH MASIH TERUS BISA DATANG Mengenai kedatangan Isa Ibnu Maryam di akhir zaman yaitu tentang kedatangan Nabi setelah wafatnya Nabi Muhammad saw., ini didukung oleh banyak firman Allah SWT. di dalam Al Qur-aan seperti di dalam Surah An-Nisaa ayat 69 itu, Allah Taala berfirman: Dan barang siapa taat kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=11&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoListParagraph" style="margin-top:1pt;text-align:left;text-indent:-0.25in;" align="left"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;"><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;">Penjelasan mengenai RASUL / NABI ALLAH MASIH TERUS BISA DATANG</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:left;" align="left"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span style="font-size:10pt;">Mengenai kedatangan Isa Ibnu Maryam di akhir zaman yaitu tentang kedatangan Nabi setelah wafatnya Nabi Muhammad saw., ini didukung oleh banyak firman Allah SWT. di dalam Al Qur-aan seperti di dalam Surah An-Nisaa ayat 69 itu, Allah Taala berfirman:</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;">Dan      barang siapa <span style="text-decoration:underline;">taat kepada Allah dan Rasul</span> ini (Muhammad), <span style="text-decoration:underline;">maka</span> <span style="text-decoration:underline;">mereka akan TEMASUK di antara orang-orang yang kepada mereka Allah      memberikan nikmat,</span></span></strong><span style="font-size:10pt;"> <strong>yakni:      <span style="text-decoration:underline;">Nabi-nabi</span>, para shiddiqin, syuhada-syuhada dan orang-orang shaleh. </strong>Dan,      mereka itulah <strong><span style="text-decoration:underline;">sahabat yang sejati</span>.</strong></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Jadi, persyaratan untuk memperoleh di antara ke-empat nikmat Allah ini, derajat ini, ialah bahwa orang itu harus <strong><span style="text-decoration:underline;">taat kepada Allah dan Rasul</span> ini, Nabi Muhammad saw.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Derajat nikmat tertinggi yang diberikan Allah kepada manusia di sini adalah <strong><span style="text-decoration:underline;">Nabi-nabi</span></strong>; inilah orang yang ditunjuk dan diberi kawenangan untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada umat manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;"><span style="font-size:10pt;">Maka orang-orang yang dapat dijadikan sebagai <strong><span style="text-decoration:underline;">sahabat yang sejati,</span></strong> sesuai firman Allah Taala di sini yaitu: para <strong><span style="text-decoration:underline;">Nabi-nabi</span>, para shiddiqin, syuhada-syuhada dan orang-orang shaleh. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Bilamana ulama mainstream menterjemahkannya sebagai <strong><span style="text-decoration:underline;">maka mereka BERSAMA-SAMA orang- orang yang diberi nikmat oleh Allah </span></strong>……………… , dan mereka itulah <strong><span style="text-decoration:underline;">teman yang sebaik-baiknya</span>. </strong>Dengan demikian dalam terjemahan mereka pun diperlihatkan mengenai adanya orang-orang yang berpangkat <strong><span style="text-decoration:underline;">Nabi-nabi</span>, para shiddiqin, syuhada-syuhada dan orang-orang shaleh </strong>itu, yang dapat dijadikan <strong>teman yang sebaik-baiknya, </strong>di zamannya mereka tersebut, jadi orang-orang yang mendapat nikmat dengan ke-4 pangkat tersebut masih ada..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:left;text-indent:0.5in;" align="left"><span style="font-size:10pt;">Selain dari itu akan terus datangnya Nabi yang Utusan Allah itu, ini di-indikasikan dengan firman-firman Allah dalam KS. Al-Quran: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-align:left;" align="left"><span style="font-size:10pt;">3:179, 6:124, <strong>7:35</strong>, 10:47, 13:7, 16:36, 22:75, 23:51, 35:24, 37:72, 44:5, <strong>61:6, 62:2-3</strong> ………</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Dan bagi setiap umat ada Rasul …… </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Dan bagi setiap kaum ada petunjuk ……. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Kami mengutus Rasul kepada setiap umat ….. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Dan tidak ada suatu umat melainkan diberikan kepadanya      Pemberi ingat.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Allah memilih di antara Rasul-rasul- Nya, siapa yang      Dia kehendaki ……</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Wahai anak-cucu Adam, jika <strong><span style="text-decoration:underline;">datang kepadamu      Rasul-rasul dari antara kamu</span> ………</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Dan pemberi kabar suka dengan <strong><span style="text-decoration:underline;">seorang Rasul yang      akan datang sesudahku yang namanya AHMAD.</span></strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Allah membangkitkan di antara orang-orang ummi (buta      huruf – dari Bangsa Arab) <strong>seorang Rasul</strong>, <strong>dan juga kaum lain yang      belum berhubungan dengan mereka </strong>(yaitu yang non-Arab).</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span style="font-size:10pt;">Dalam ayat-ayat di atas bentuk perkataan tersebut adalah<strong> fi’il mudhari, </strong>yang dipakai<strong> untuk <span style="text-decoration:underline;">masa kini dan yang akan datang.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">1). Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: ¡¨Bagaimana sikap kamu apabila turun Ibnu Maryam di tengah-tengah kamu dan menjadi Imam dari antara kamu.¡¨ (HR Muslim) kata &#8220;dari antara kamu&#8221; mengandung arti bahwa nanti nabi Isa itu adalah dari umat Muhammad SAW/Umat Islam.<br />
2). &#8220;Sudah dekat masanya, siapa yang hidup diantara kamu akan bertemu dengan Isa ibnu Maryam<span> </span>Imam Mahdi Hakam Adil. Ia akan memecahkan salib dan membunuh babi&#8221; (Musnad Ahmad bin Hambal, Jilid II, hal 156).<br />
Masih banyak hadis-hadis yang menceritakan akan datangnya nabi Isa as. Hal ini menunjukan bahwa ada<br />
lagi nabi sesudah nabi Muhammad SAW </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">3). Yang Sering menjadi Persoalan adalah, kan yang dijanjikan itu Isa as bukan Mirza Ghulam<span> </span>Ahmad. Banyak hal yang dapat menjelaskan pertanyaan tersebut salah satu contohnya Allah telah berfirman: &#8220;Dan tatkala Ibnu Maryam disebut sebagai misal, tiba-tiba kaum engkau ingar bingar mengajukan<span> </span>sanggahan terhadapnya (QS Az Zukhruf :57) Artinya adalah bahwa nama Isa as yang disebut-sebut didalam hadis-hadis tersebut hanya sebagai permisalan saja, hal ini sering kita jumpai dalam kehidupan nabi-nabi sebelumnya juga dalamkehidupan kita sehari-hari, misalkan saja untuk menggambarkan<span> </span>sesuatu hal atau tokoh yang memiliki kesamaan, hal ini dapat dijumpai kemiripan sifat dari Nabi Isa as dengan Mirza Ghulam Ahmad. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">7). Sepertinya belum ada didalam sejarah nabi-nabi, ada nabi yang menceritakan akan datangnya nabi berikutnya dengan jelas dan gamblang. Misalnya nabi Isa as itu tidak menceritakan bahwa nanti akan datang nabi itu, yang namanya Muhammad SAW, ayahnya Abdullah, ibunya Aminah dll. Yang sering terjadi tentang kedatangan nabi-nabi tersebut adalah nubuatan yang menggambarkan ciri-cirinya yang meminta kita untuk kembali mentafsirkan ciri-ciri tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span class="postbody"><span style="font-size:10pt;">Ahkamul Fuqaha (Solusi Problematika Aktual Hukum Islam) sebuah buku yang diterbitkan Lajnah Ta&#8217;lif Wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur bekerjasama dengan Penerbit Diantama Surabaya Cetakan I, Oktober 2004 dan Cetakan II, Januari 2005 (Revisi), pada halaman 50~51 memuat Keputusan nomor 46, Muktamar NU Ke-3 di Surabaya, 28 September 1928M, sbb: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span class="postbody"><span style="font-size:10pt;">Pandangan NU.<span> </span>Nabi Isa Akan Turun Kembali Ke Dunia Sebagai Nabi dan Rasul </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span class="postbody"><span style="font-size:10pt;">Soal: Bagaimana pendapat Muktamar tentang Nabi Isa as setelah turun kembali ke dunia. Apakah tetap sebagai Nabi dan Rasul? Padahal Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Terakhir. Dan apakah mazhab empat itu akan tetap ada pada waktu itu? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:1pt;text-indent:0.25in;"><span class="postbody"><span style="font-size:10pt;">Jawab: Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa as itu akan diturunkan kembali pada akhir zaman nanti sebagai Nabi dan Rasul yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW dan hal itu tidak berarti mengahalangi Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi yang terakhir, sebab Nabi Isa as hanya akan melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW. Sedangkan mazhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku).</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kodokpurba.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kodokpurba.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kodokpurba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kodokpurba.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kodokpurba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kodokpurba.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kodokpurba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kodokpurba.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kodokpurba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kodokpurba.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kodokpurba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kodokpurba.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kodokpurba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kodokpurba.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kodokpurba.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kodokpurba.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kodokpurba.wordpress.com&amp;blog=3992327&amp;post=11&amp;subd=kodokpurba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kodokpurba.wordpress.com/2008/06/16/penjelasan-mengenai-rasul-nabi-allah-masih-terus-bisa-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47c7c6b94eebca276b6d87218e563600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AL Masih</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
